"Justru dari nelayan program ini bisa terlaksana. Dahulu kan kita duga 5 liter berbanding 3 kilogram gas. Sehingga waktu itu dengan harga Rp 7.650 per liter tetap menghemat kan, cukup signifikan," ujarnya.
Menurutnya, mesin perahu berbahan bakar gas ini selain lebih murah juga lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan BBM. Ia bahkan berani menjamin dari hasil penelitian manapun, mesin bertenaga gas ini jauh lebih bersih.
"Boleh dicek, ke dinas apapun atau kampus, gas lebih bersih dan hemat. Satu contoh, BBM kalau sisa itu tidak bisa dipindahkan hanya di tangki, tapi kalau gas kalau sisa bisa untuk kegiatan rumah tangga," katanya.
Di Kabupaten Cilacap Sugeng menyebut terdapat 21 ribu warga yang berprofesi sebagai nelayan. Dari tahun 2016 sudah terdapat 6 ribuan nelayan yang mesin perahunya sudah konversi berbahan bakar gas.
"Setiap tahun itu ada dan terus meningkat. Ini kenapa penting sekali, karena selama ini dengan BBM modal nelayan itu berapa, dapatnya berapa, kita harus berhitung sampi tingkat itu. Sekecil apapun penghematan menjadi penting," ungkapnya.
Executive General Manager PT Pertamina Jateng, Dwi Puja Ariestya menyambut baik program tersebut. Ia mengapresiasi langkah DPR RI yang memperhatikan nasib nelayan.
"Memang secara general ini memberikan keuntungan kepada masyarakat. Dimana mereka bisa lebih hemat pemakaian BBM. Tentunya ini juga bermanfaat buat lingkungan. Karena secara pemakaian gas, emisinya lebih sedikit," katanya.
Pihaknya berjanji akan menyuport dan memastikan suplai kepada nelayan dapat terlaksana dengan baik. Hal ini agar nelayan tidak kesulitan mencari gas elpiji bersubsidi di sekitar area tempat kelompok nelayan berkumpul.
"Tentunya kami akan menyesuaikan jalur distribusi kami untuk bisa suport program ini. Kami memastikan suplai kepada nelayan terjaga. Kami bisa jamin nelayan tidak kesulitan dan lebih mudah mendapatkan gas agar nelayan bisa berlayar dengan tenang," tegasnya.
Baca Juga: Tulisan Nikita Mirzani Soal Bumil Pada April 2022 Jadi Sorotan,Untuk Denise Chariesta?
Nelayan Lebih Hemat
Andi menjelaskan, dari cerita rekannya yang sudah konversi menggunakan mesin berbahan bakar gas elpiji, dengan jarak tempuh melaut hingga 2 jam menghabiskan sampai 8 liter BBM jenis pertalite. Artinya sekali mencari ikan bisa menghabiskan untuk transportasi sebesar Rp 80 ribu.
"Kalau pakai gas, itu sekali melaut dengan waktu tempuh yang sama hanya menghabiskan satu tabung saja. Harganya Rp 20 ribu. Modalnya sangat berbeda," ucapnya.
Meski demikian, kecepatan mesin gas dengan mesin berkonsumsi BBM berbeda. Mesin gas lebih lambat dari mesin BBM. Namun menurutnya itu tidak masalah karena perbedaannya hanya hitungan menit.
"Kalau saya dapat ini ya pasti saya pakai terus. Lebih irit jauh. Walau kondisinya tidak secepat yang pakai pertalite," ungkapnya.
Sementara Tusman berpendapat program ini sangat meringankan para nelayan. Ia yang sudah lebih dahulu menggunakan perahu berbahan bakar gas elpiji merasakan keuntungan yang lebih banyak.
Berita Terkait
-
Perihal Matra Calon Panglima TNI, Sufmi Dasco Ahmad: Semua Punya Peluang yang Sama
-
Fahmy Alaydroes Minta Kemenparekraf Jaga Sorotan Wisata Indonesia di Mata Dunia Pasca KTT G20
-
Harga BBM Subsidi Turun Dampak Tren Penurunan Minyak Dunia?
-
Sempat Desemayamkan di RS Elisabeth Semarang, Taufik Kurniawan Politikus PAN Meninggal Dunia
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas