PURWOKERTO.SUARA.COM Sepekan pelaksanaan Piala Dunia 2022 di Qatar, pemain Timna Iran Voria Ghafouri dikabarkan ditangkap. Apa sebenarnya penyebab penangkapan terhadap Voria Ghafouri saat sedang berjuang bersama timnya di Piala Dunia?
Voria Ghafouri ditangkap Kamis (24/11/2022) karena dianggap mengkritik keras pemerintah di tengah kompetisi Piala Dunia 2022.
Dia dianggap menghina tim sepak bola nasional dan melakukan aksi propaganda melawan pemerintah.
Voria Ghafouri keberatan dengan kebijakan Iran yang melarang wanita menonton pertandingan sepak bola pria. Ditambahn kebijakan luar negeri Iran yang konfrontatif, yang telah menyebabkan sanksi Barat dari dunia internasional.
Pemain belakang ini nyatanya bukan orang sembarangan di Iran. Berikut ini profil Voria Ghafouri.
Profil Voria Ghafouri
Voria Ghafouri bermian di klub Liga Pro Teluk Persia, Foolad. Sang kapten ini merupakan bek kanan dan dpaat juga bermain sebagai sayap kanan.
Pemain kelahiran 18 September 1987 dipanggil ke tim sepak bola nasional Iran pada Oktober 2014 oleh Carlos Queiroz. Dalam debutnya dia memperoleh kemenangan 1-0 melawan Korea Selatan pada 18 November 2014 saat masuk sebagai pengganti Khosro Heydari.
Ghafouri mengkritisi masalah umum masyarakat di Iran di media sosialnya. Dia sering kali menyatakan dukungannya terhadap hak perempuan untuk menghadiri pertandingan sepak bola di Iran.
Pada 2019, dia membagikan kaus biru untuk menghormati Sahar Khodayari, seorang wanita yang membakar diri setelah dia dijatuhi hukuman penjara karena mencoba menonton pertandingan Esteghal di Stadion Azadi.
Baca Juga: Resep Membuat Masker Alami untuk Perawatan Wajah, Bikin Wajah Berseri
Pada Juni 2022, Ghafouri mengumumkan pemilik Esteghal telah menolak untuk memperbarui kontraknya untuk musim 2023, yang diduga banyak pengamat sebagai pembalasan atas kritiknya yang blak-blakan terhadap pemerintah.
Pada 24 November ditengah timnya berjuang di Piala Dunia, Ghafouri ditangkap oleh pasukan keamanan Iran setelah memposting seruan di media sosial agar pemerintah mengakhiri kekerasannya terhadap suku Kurdi. (iruma cezza)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Merangkai Harapan dari Manik-Manik: Cerita Hangat dari Anak-Anak Legok Jambi
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
Belanja ke Pasar, Bunga Zainal Mencak-Mencak Harga Pangan Naik Drastis
-
Kelangkaan BBM di Sumsel: Pertamax Kosong, Antrean Kendaraan Mengular Saat Libur Panjang
-
Belasan Gajah Liar Masuk Perkebunan, Warga Lapor Damkar Pekanbaru
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
4 Ide OOTD Dark Glamour ala Shuhua I-DLE yang Elegan dan Super Classy!
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro