/
Senin, 05 Desember 2022 | 18:47 WIB
Mendag Zulkifli Hasan melepas ekspor rambut palsu di PT Victoria Beauty Industrial di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat 4 November 2022. Perusahaan rambut palsu menjadi penyumbang investasi. (Dok. Kemendag RI)

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Nilai capaian investasi Kabupaten Purbalingga hingga triwulan ketiga tahun 2022 berada pada angka Rp 725 miliar. Dengan capaian ini, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Purbalingga optimistis terget investasi Rp 830 M tahun ini bisa tercapai. 

“Kami optimis hingga akhir Desember nanti target terpenuhi karena kami menunggu penghitungan di triwulan terakhir nanti,” kata Kepala DPMPTSP Purbalingga, Ato Susanto saat ditemui di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) Strategi Promosi Optimalisasi Promosi Penanaman Modal di Gedung Andrawina komplek Hotel Owabong, Senin (5/12/2022).

Ato menekankan perlunya sinergi antar-sektor agar nilai investasi di Kabupaten Purbalingga terus meningkat dari tahun ke tahun. Internal Pemkab atau antar OPD dan swasta harus bersinergi agar bisa menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Purbalingga.

“Kami sangat mengharapkan sinergitas dari semua pihak sehingga nilai investasi di Kabupaten Purbalingga bisa terus meningkat yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat Purbalingga,” ujarnya.

Analis Kebijakan Ahli Madya Koordinator Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Dr. Khasanatu Rhodiyah dalam paparannya menyebutkan PMA (Penanam Modal Asing) yang ada di Kabupaten Purbalingga menduduki peringkat ke-24 di Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk PMDN (Penanam Modal Dalam Negeri), Purbalingga berada di urutan ke-21 di Jawa Tengah.

“Untuk PMA didominasi dari produksi rambut palsu. Untuk PMDN bervariasi seperti perdagangan, industri, kayu dan lainnya,” ujarnya.

Diyah, begitu dia biasa disapa, meminta kepada peserta diskusi yang hadir, antara lain HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Purbalingga dan Pelaku Wisata dan UMKM untuk memetakan potensi dan resiko investasi yang ada di Purbalingga. Hal itu penting agar langkah yang diambil presisi dan tepat sasaran sehingga berdampak positif bagi ekonomi Purbalingga.

“Silakan petakan potensi dan resikonya sehingga kami dalam menentukan kebijakan bisa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Yana Fitria, Ketua Organisasi Kaderisasi dan Kelembagaan HIPMI Purbalingga menyatakan kesiapannya untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan investasi dan ekonomi Purbalingga. 

Baca Juga: Putri Candrawathi Sempat Nangis di Hadapan Kuat dan Susi: Jangan Tinggalin Ibu, Yosua Sadis Sekali!

“Kami siap untuk berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi di Purbalingga,” ucapnya.

Load More