PURWOKERTO.SUARA.COM - Kuat Ma'ruf, terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua, tak terima dengan perkataan hakim Wahyu Iman Santoso yang menyebutnya buta dan tuli saat persidangan. Kuat melalui penasihat hukumnya melaporkan hakim Wahyu Iman Santosa atas dugaan pelanggaran kode etik.
Hakim Wahyu Imam Santosa mengatakan itu setelah Kuat Ma'ruf dianggap berbelit-belit saat bersaksi. Ia berada di dalam satu ruangan saat penembakan Yosua, namun mengaku tak tahu ketika ditanya apakah Sambo ikut menembak Yosua. Keterangan ini senada dengan Ricky Rizal yang juga mengaku tidak tahu, padahal berada berdekatan dengan Sambo saat kejadian.
Laporan Kuat kini telah diterima dan tengah diproses di Komisi Yudisial. Dikutip dari akun instagram KompasTV, Komisi Yudisial telah menerima laporan kuasa hukum Kuat Maruf terhadap hakim Wahyu Iman Santosa.
Laporan Kuat kini dalam proses pemeriksaan kelengkapan laporan baik formil maupun materil. Peemeriksaan ini merupakan bagian dari prosedur untuk menguji kualitas laporan sehingga bisa ditentukan apakah laporan bisa diproses ke tahapan selanjutnya atau tidak.
"Jadi tahapan verifikasi itu bertujuan untuk memeriksa kelengkapan dari laporan ya, baik dari formil maupun materil nanti ada tahapan sidang panel, tahapan sidang panel itu untuk menentukan laporan dapat ditindak lanjuti atau tidak," ujar Juru Bicara Komisi Yudisial, Miko Ginting, Jumat 9 Desember 2022.
"Kalau keputusannya dapat ditindak lanjuti maka kita akan melakukan pemeriksaan baik terhadap pelapor, saksi-saksi, maupun terhadap hakim terlapornya." Lanjutnya.
Sementara itu, Miko Ginting memastikan proses verifikasi dari laporan ini tidak akan mengganggu jalannya sidang pembunuhan Brigadir Yosua.
"Kita menjamin bahwa akan bertindak objektif dan tidak menggangu jalannya persidangan (pembunuhan Yosua)," ujarnya.
Baca Juga: Ohm Pawat Resmi Lulus Kuliah S1, Ternyata Ini Motivasinya Bisa Lulus di Tengah Kerja
Berita Terkait
-
'Putusin Aja Bersalah!' Pengacara Nekat Tantang Hakim Gegara Geram Ferdy Sambo Dituding Bohong
-
Kamaruddin Ungkap Ada Perempuan 'Piala Bergilir', Simpanan Para Jenderal Termasuk Ferdy Sambo?
-
Kamaruddin Sebut Brigadir J Disalahgunakan Putri Candrawathi, Meninggal Usai Selidiki Perempuan 'Piala Bergilir'
-
Tiga Elemen yang Bisa Ungkap Dalang di Balik Kematian Yosua, Cek Apa Saja
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bayern Munich Tersingkir, Vincent Kompany Murka dengan Keputusan Wasit
-
Hanya 180 Unit yang Lolos? Rencana Angkot Malang Jadi Feeder TransJatim
-
Vincent Kompany Sebut Wasit Berpihak ke PSG: Seharusnya Ada Penalti dan Kartu Merah
-
Honor Siapkan HP Baterai 12.000mAh dan Fast Charging 120W, Siap Jadi Raja Smartphone Tahan Lama
-
Jawa Tengah Lumbung Pelanggan Terbesar Indosat! Trafik Data Meroket 17 Persen di Kuartal I 2026
-
10 Tablet Android Terkencang AnTuTu April 2026: Vivo dan Lenovo Pemuncak
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Jumpa Arsenal di Final, Luis Enrique Kenang Pernah Satu Tim dengan Mikel Arteta
-
Pekanbaru Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan Kerja
-
Penantang Baru MacBook? Redmi Book 14 2026 Resmi Meluncur dengan Spesifikasi Gahar!