PURWOKERTO.SUARA.COM – Bagi pecinta kopi aktivitas meminum kopi menjadi ritus yang sering dilakukan setiap harinya. Ada banyak aspek yang didapat sebab bagi kalangan kopi senja, aktivitas ini sudah membudaya dan cukup erat akarnya.
Namun tahukah kalian, sebuah studi terbaru dalam Journal of American Heart Association menunjukkan minum dua cangkir atau lebih kopi dalam sehari bisa membuat orang dengan tekanan darah tinggi berisiko dua kali lipat meninggal akibat stroke, serangan jantung, dan penyakit kardiovaskular lainnya.
Seperti dikutip Antara dari Medical Daily, temuan berbeda dialami mereka yang minum teh hijau atau hanya satu cangkir kopi setiap hari.
Tim peneliti memeriksa data dari 18.609 peserta berusia 40 -79 tahun untuk keperluan studi. Para peserta diminta mengisi kuesioner terkait gaya hidup, pola makan, dan riwayat kesehatan. Mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Konsumsi kopi berat dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular di antara orang dengan hipertensi berat, tetapi tidak pada orang tanpa hipertensi dan dengan hipertensi tingkat satu,” kata peneliti meruntut laporan Antara, Senin, (26/12/2022).
Sebaliknya, konsumsi teh hijau tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular di semua kategori tekanan darah.
Penelitian sebelumnya menunjukkan orang yang mengalami serangan jantung tetapi minum satu cangkir kopi berkafein setiap hari dapat menurunkan risiko kematian mereka. Cara ini juga diyakini membantu mencegah serangan jantung dan stroke pada orang dewasa yang sehat.
Namun, American Heart Association menunjukkan bahwa terlalu banyak kopi dapat meningkatkan tekanan darah dan bahkan menyebabkan jantung berdebar-debar dan kecemasan.
Baik kopi maupun teh mengandung kafein tetapi dalam kadar yang berbeda-beda. Secangkir teh hijau atau hitam 8 ons mengandung 30 hingga 50 mg kafein.
Baca Juga: Punya Kopi Terbaik Dunia, Ini Jenis Kopi Kualitas Ekspor dari Kabupaten Temanggung
Di sisi lain, Food and Drug Administration mencatat bahwa volume kopi yang sama mengandung 80 hingga 100 mg kafein.
Sementara itu Iso Direktur Institute for Global Health Policy Research di National Center for Global Health and Medicine di Tokyo menyoroti bahwa temuan studi tersebut harus mendorong orang dengan hipertensi berat untuk menghindari minum kopi berlebihan.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Anjing Pitbull Lepas Serang Bocah 9 Tahun di Bandung, Korban Luka Parah di Kepala dan Telinga
-
AMPB Pastikan Masyarakat Pati yang Bertemu DPR Hari Ini Bukan Pihaknya
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah
-
Geliat Musik Keras di Magnumotion Loud Fest, dari Hijaber hingga Aksi Cadas Seringai
-
Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!
-
Tolak Perfect Woman Syndrome: Saatnya Perempuan Hidup Realistis dan Merdeka
-
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Tembus 100 Orang, Luka Berat Tak Tertolong
-
Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan
-
Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya
-
Terima Audiensi Masyarakat Pati yang Tolak Demo, DPR: Tak Harus Selalu Turun ke Jalan