-
Florian Wirtz siap menjadi motor serangan utama Timnas Jerman pada ajang Piala Dunia 2026.
-
Status non-unggulan justru membuat skuad asuhan Julian Nagelsmann bermain lebih bebas tanpa tekanan besar.
-
Kebebasan taktik dari Nagelsmann berhasil melejitkan performa dan kreativitas Wirtz di lini tengah.
Suara.com - Gelandang serang Liverpool, Florian Wirtz, kini menjadi tumpuan utama dalam misi membangkitkan kejayaan Timnas Jerman yang sempat meredup. Pemain berusia 23 tahun tersebut diproyeksikan menjadi motor serangan andalan pelatih Julian Nagelsmann pada putaran final Piala Dunia 2026.
Status Timnas Jerman yang tidak lagi menjadi favorit utama justru dianggap keuntungan bagi Wirtz untuk tampil lepas. Tekanan publik yang berkurang dinilai akan memberikan ruang kreativitas yang lebih besar bagi skuad Die Mannschaft.
Performa impresif Wirtz dalam laga uji coba terakhir melawan Swiss menjadi bukti kesiapannya memikul tanggung jawab besar. Cedera parah yang membuatnya absen pada edisi Piala Dunia sebelumnya kini berganti menjadi motivasi berlipat ganda.
Ketika ditanya mengenai apakah laga melawan Swiss merupakan penampilan terbaiknya, Florian Wirtz memberikan jawabannya.
"Itu tentu saja malam yang menyenangkan bagi saya pribadi, tetapi yang lebih penting, itu adalah hasil yang sukses untuk tim secara keseluruhan. Saudara laki-laki saya telah mengirim pesan sebelum pertandingan yang mengatakan bahwa saya akan mencetak dua gol. Saya menjawab 'Tentu', tetapi saya tidak benar-benar mempercayainya, jadi rasanya luar biasa ketika itu benar-benar terjadi," ujar Wirtz.
Piala Dunia 2026 memiliki arti yang sangat mendalam bagi mantan bintang Bayer Leverkusen tersebut. Kejuaraan ini merupakan momentum emas yang sudah ia impikan sejak masa kanak-kanak.
Kegagalan berangkat pada turnamen sebelumnya akibat cedera ligamen justru menempa mentalitasnya menjadi lebih kuat. Wirtz merasa kondisi fisiknya saat ini berada dalam tingkat kebugaran tertinggi sepanjang kariernya.
"Tidak ada yang lebih besar daripada Piala Dunia: itulah yang Anda impikan saat masih anak-anak. Jika saya bisa bermain di turnamen tahun ini, yang tampaknya sangat mungkin, itu akan menjadi impian masa kecil yang menjadi kenyataan. Saya sempat masuk dalam radar menjelang Piala Dunia terakhir dan kemudian saya mengalami cedera. Kompetisi tahun ini datang di waktu yang tepat bagi saya karena saya merasa sangat tajam. Saya tidak sabar!" tegasnya.
Pemain bernomor punggung mentereng ini juga mengingat kembali memori awal saat dirinya mulai jatuh cinta pada atmosfer sepak bola dunia. Turnamen di Afrika Selatan menjadi titik awal ketertarikannya pada ajang empat tahunan ini.
Baca Juga: Belanda Diremehkan di Piala Dunia 2026, Ronald Koeman Beri Balasan Menohok
"Saya pikir itu adalah turnamen tahun 2010: setidaknya, itulah Piala Dunia pertama yang bisa saya ingat dengan baik. Saya menonton pertandingan bersama teman-teman atau di tengah kerumunan orang di jalan. Piala Dunia adalah acara yang luar biasa: mempertemukan banyak negara yang berbeda dan selalu ada atmosfer yang sangat keren di Jerman, dengan seluruh negeri memberikan dukungan di belakang tim nasional," kenang Wirtz.
Satu dekade lalu, Jerman berhasil mengangkat trofi emas di Brasil lewat perjuangan yang dramatis. Wirtz yang kala itu masih menjadi penonton layar kaca, mengaku sangat terinspirasi oleh mentalitas baja para seniornya.
Langkah besar para pendahulunya di tahun 2014 menjadi standar tinggi yang ingin ia samai pada turnamen kali ini. Walau demikian, ia sadar bahwa mengulang sejarah emas tersebut membutuhkan konsistensi yang luar biasa di atas lapangan.
"Saat itu, bermain di game profesional masih merupakan prospek yang jauh bagi saya; saya tidak tahu apakah saya akan berhasil, jadi saya menikmati perjalanan itu murni dari perspektif seorang penggemar. Seluruh keluarga saya berkumpul untuk menonton pertandingan final. Tim itu luar biasa, terutama mentalitas mereka. Sangat mengagumkan bagaimana mereka tampil di final dan berhasil melewatinya. Kami jelas ingin mengikuti jejak mereka, tetapi itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Saya sangat menghormati para pemain yang berhasil melangkah jauh pada tahun 2014," ungkapnya.
Menjelang laga debutnya yang sudah di depan mata, sang dirigen lapangan tengah mengaku belum bisa membayangkan dinamika emosi yang akan ia rasakan. Fokus utamanya saat ini hanyalah memberikan performa terbaik demi memuaskan harapan para pendukung Jerman.
"Sejujurnya, saya tidak bisa mengatakannya; saya benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berbaris di Piala Dunia. Untuk saat ini, saya hanya siap untuk beraksi dan optimis bahwa kami dapat memberikan sesuatu yang membuat masyarakat Jerman bersorak. Mengenai sisanya, kita lihat saja nanti," tambah Wirtz.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Erling Haaland Ambisi Akhiri Kutukan 26 Tahun Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026
-
Sesumbar Mauricio Souza: Janji Bawa Persija Juara Super League Musim Depan
-
Dony Tri Pamungkas Buka Peluang Abroad, Legia Warszawa Masih Memantau?
-
Bali United Dirumorkan Tertarik Datangkan Eks Striker Leicester City
-
Skuad Timnas Belanda Dinilai Lebih Komplet, Incar Trofi Piala Dunia 2026
-
Turun Kasta Liga Italia, Segini Nilai Emil Audero Setelah Dibantai Como 1907
-
Pelatih Persija Irit Komentar soal Persib Juara, Hanya Ucapkan Satu Kalimat
-
Pelatih Emil Audero Bicara Masa Depan usai Cremonese Degradasi: Kita Lihat Nanti
-
Marco van Basten Jadi Target Penculikan Mafia Italia, Gagal Gegara Pelaku Fans AC Milan
-
Sinyal Abroad? Dony Tri Pamungkas Dipuji Bakal Mudah Adaptif di Luar Negeri