PURWOKERTO.SUARA.COM – Jaga sehatmu sebelum tiba sakitmu, adigium yang selalu digaungkan ketika kita membincang ihwal satu topik yang selalu menjadi salah satu perhatian utama bagi kehidupan manusia.
Terutama setelah dunia dilanda pandemi Covid-19 selama dua tahun belakangan terakhir. Hal tersebut membuat kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Oleh karenanya tidak salah kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari tapi bermanfaat bagi kesehatan bisa dilakukan.
Sebut saja aktivitas fisik yang sederhana sepanjang hari berkaitan dengan penurunan risiko penyakit secara signifikan. Sebab dalam penelitian yang dipublikasikan di Nature Medicine, peneliti mengumpulkan data dari 25.000 orang yang tidak olahraga teratur, dengan rata-rata usia 60 tahun.
Pada penelitian tersebut kemudian memantau perkembangan mereka selama hampir tujuh tahun. Ternyata ada penurunan risiko kematian kardiovaskular hampir 50 persen dan penurunan 40 persen risiko kematian akibat kanker pada orang yang berolahraga.
Meski diakui olahraga tersebut hanya dilakukan selama 1-2 menit sebanyak tiga kali sehari dibandingkan mereka yang sama sekali tidak berolahraga. Olahraga singkat itu berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, yakni berjalan cepat saat berangkat kerja atau menaiki tangga dengan cepat.
Tidak hanya itu saja, studi pada 2020 menunjukkan empat menit olahraga mengaitkan dengan usia yang lebih panjang, studi pada 2019 menemukan bahwa menaiki tangga selama 20 detik beberapa kali sehari meningkatkan kebugaran aerobik.
Olahraga dengan intensitas tinggi efektif dalam menciptakan otot. Olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara singkat, berulang-ulang diselingi jeda pendek, bisa meningkatkan penyerapan oksigen.
Pun begitu kebiasaan tersebut ternyata dapat mencegah penyumbatan arteri jantung, sehingga membuat jantung bisa memompa lebih banyak darah dan berfungsi lebih baik. Studi baru menunjukkan bahwa aktivitas itu bisa dilakukan setiap hari.
“Ini menegaskan aktivitas fisik berat walau sedikit bisa sangat bermanfaat,” kata Martin Gibala, seorang profesor kinesiologi di Universitas McMaster di Ontario yang merupakan penulis studi tersebut, dikutip Antara. Sabtu, (07/01/2023).
Baca Juga: Nikita Mirzani Beberkan Kondisinya Terkini Setelah Operasi
Intensitas sebuah olahraga bisa dibagi menjadi tiga kategori. Intensitas disebut ringan bila Anda bisa melakukannya sambil bernyanyi, jika tidak bisa bernyanyi tapi masih bisa bicara dengan nyaman, berarti intensitasnya sedang.
Gerakan dengan intensitas tinggi yang membuat seseorang hanya bisa bicara satu dua patah kata, atau sama sekali tidak bisa bicara, yang direkomendasikan oleh penulis studi Emmanuel Stamatakis, profesor di University of Sydney’s Charles Perkins Centre.
Bagi orang-orang yang rutin berolahraga, coba tambahkan sedikit intensitas saat lari atau bersepeda. Ada sejumlah cara dalam membuat aktivitas sehari-hari jadi olahraga bermanfaat. Bila Anda kerap berjalan kaki dari rumah menuju tempat lain.
Misalnya saat ke stasiun atau toko kelontong, bukan berarti Anda harus berlari dari awal sampai akhir. Coba percepat langkah Anda selama beberapa ratus meter. Ketika ada pilihan tangga, tinggalkan dulu lift dan pilih tangga.
Serta saat membawa beban sekitar lima persen dari berat tubuh selama satu atau dua menit juga bisa bermanfaat, misalnya menggendong ransel besar. Berjalan cepat secara singkat di jalanan menanjak juga bisa dianggap sebagai olahraga intensif.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama