PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- Pemerintah daerah menggulirkan program padat karya untuk pengendalian inflansi dengan membangun drainase, irigasi dan talud jalan yang tersebar di beberapa kecamatan di Kebumen.
Program Padat Karya tersebut, kata Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, mampu menyerap ribuan tenaga kerja dari lokal atau masyarakat setempat. Mereka dipekerjakan untuk membangun talud, irigasi, dan drainase.
"Pekerjanya itu dari desa atau masyarakat setempat dimana infrastruktur talud, irigasi atau drainase itu dibangun. Jadi untuk pemberdayaan masyarakat sekitar. Total dari data Dinas PU ada 1.111 tenaga lokal yang dipekerjakan,"ujar Bupati dalam keterangannya, Selasa (17/1/2023).
Selain menyerap banyak tenaga kerja, program padat karya juga bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat melalui kegiatan yang produktif, serta peningkatan infrastruktur pendukung pertanian di Kebumen.
Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan langsung dampak dari pembangunan.
"Ketika aliran air lancar maka, maka otomatis tanaman padi masyarakat jadi tumbuh subur karena air tercukupi. Kemudian ini juga mencegah terjadinya banjir. Dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, tukangnya atau pekerjannya juga dari mereka," ucapnya.
Ia melanjutkan, seluruh pembangunan irigasi dalam program padat karya telah selesai dikerjakan pada Desember 2022 lalu. Adapun panjang irigasi, drainase atau talud yang dibangun rata-rata sepanjang 100 meter, tinggi 70 cm hingga 1 meter dan lebar 70 cm sampai 80 cm.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Joni Hernawan menambahkan, program Padat Karya anggarannya bersumber dari anggaran penanganan inflasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2022, dan sudah selesai dikerjakan pada akhir tahun kemarin.
Program padat karya yang dibangun, yakni ada 24 talud, 19 drainase, dan 27 irigasi. Itu tersebar sejumlah titik di beberapa kecamatan yang ada di Kebumen.
"Untuk talud tepatnya di tepi ruas jalan kabupaten adapun perbaikan irigasi tersier yang dapat meningkatkan kualitas sarana pendukung pertanian,"ujar Joni
Ia menyebut anggaran yang digunakan untuk pembangunan talud kurang lebih sebesar Rp1,2 miliar, drainase Rp832 juta, dan irigasi sebesar Rp1,9 miliar.
"Itu bersumber dari anggaran APBD perubahan yang memang ada pengalokasikan dampak inflansi sesuai dengan amanat dari pemerintah pusat," terangnya.
Jika pekerjanya menggunakan tenaga lokal, maka suplai materialnya dari pihak ketiga yang sudah masuk e-Katalog lokal . Dengan harapan meningkatkan peran serta UMKM sesuai dengan arahan LKPP untuk melaksanakan belanja pemerintah melalui e katalog lokal.
"Hasil evaluasi pelaksanaan di lapangan hasilnya cukup bagus konstruksinya dan tidak kalah dengan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia jasa.
Padat Karya ini masyarakat cenderung rasa memilikinya tinggi sehingga mendukung baiknya kualitas pelaksanaan di lapangan, tandasnya".
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
John Herdman Semringah, Jay Idzes Bikin Bintang AC Milan Luka Modric Bertekuk Lutut
-
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
Usai OTT Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, KPK Bidik Sengketa Lahan di Kawasan Wisata
-
Gempa Pacitan Rusak 8 Bangunan di Trenggalek, Termasuk Balai Desa
-
V-KOOL Hadirkan Perlindungan Bodi Mobil PPF Luxor Diamond di Ajang IIMS 2026
-
7 Langkah Mudah Reaktivasi PBI-JK yang Dinonaktifkan
-
3 Cara Cek Bansos Februari 2026 untuk Warga, Cukup dari HP Tanpa ke Kantor Desa
-
Ada Pendatang Baru! Inilah Daftar Tim dan Pembalap Formula 1 Tahun 2026
-
Kerusuhan Pecah di Kebun Sawit Donggala: Ratusan Warga Bentrok dengan Petugas