PURWOKERTO.SUARA.COM – Sebanyak 789 ekor burung dilepasliarkan di hutan KPH Bali Barat, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali. Ratusan burung itu merupakan sitaan dari Balai Karantina Pertanian Wilker Banyuwangi.
Purwantono, Kasi Konservasi wilayah V Banyuwangi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengatakan ratusan burung tersebut hendak diselundupkan ke Jawa melalui Pelabuhan Ketapang dikembalikan ke Bali.
Menurut Purwanto ratusan burung itu diketahui tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah. Dari ratusan burung itu terdapat burung yang masuk kategori dilindungi. “Teman-teman dari Balai Karantina Wilayah Kerja Ketapang yang mengamankan,” katanya. Selasa, (17/01/2023).
Dia menjelaskan, burung-burung tersebut ditolak oleh Balai Karantina karena tidak memiliki dokumen yang sah. Sehingga pihak yang membawa burung-burung tersebut langsung diminta putar balik ke Bali dan diminta melepasliarkan burung yang dibawa.
“Kalau karantina langsung ditolak kalau tidak ada dokumennya. Langsung dilepas di Bali, dikembalikan,” jelasnya.
Saat mengamankan burung-burung tersebut, lanjutnya, pihak Balai Karantina sempat berkoordinasi dengan pihak BKSDA. Pihak BKSDA diminta mengecek burung-burung tersebut apakah masuk burung yang dilindungi atau tidak. “Mereka minta identifikasi (burung yang diamankan),” terangnya.
Purwanton membenarkan adanya dugaan penyelundupan burung dari Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Menurutnya, pihaknya hanya memback-up pihak Balai Karantina untuk meneliti jenis burung yang diselundupkan.
Dia menjelaskan, penggagalan penyelundupan ratusan burung itu dilakukan oleh petugas. Burung tersebut diangkut sebuah bus. Burung-burung tersebut diambil dari Denpasar dan hendak dibawa ke Yogyakarta.
“Total ada 789 burung berbagai jenis, tanpa dilengkapi surat kesehatan hewan dari Kantor Karantina Hewan dan Tumbuhan,” jelasnya.***
Berita Terkait
-
Mau Libur Tahun Baru di Bali ? Tiga Rekomendasi Kuliner Ini Wajib Dicoba saat ke Pulau Dewata
-
Bali United Libas PSIS 3-0, Begini Komentar Pelatih
-
Sukses Kalahkan Bali United, PSS Sleman Naik ke Peringkat 12 Klasemen Liga 1 Indonesia
-
Hadapi Bali United Malam Ini, PSS Sleman Bawa Misi Menang di Laga Pekan 16 Liga 1
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pemkab Bogor Siapkan Pusat Ekonomi Baru di Sisi Barat dan Timur, Buka Lapangan Kerja
-
Ketika Satu Pabrik Tutup, yang Runtuh Bukan Hanya Lapangan Kerja
-
Sumatra Dikepung 2.894 Hotspot! Prabowo Turun ke Riau Pimpin Penanganan Karhutla
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Layanan Finansial PMI
-
Mengapa Nasi Cepat Kering di Bagian Atas Rice Cooker? Ini Penyebab dan Solusinya
-
AS Siapkan Sanksi Brutal, Iran Ancam Tak Biarkan 1 Tetes Minyak Keluar dari Selat Hormuz
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690
-
Yang Tersisa Usai Api Melalap Desa Adat Sade
-
Negara Tetangga Belum Kirim Nota Protes Meski Karhutla Kian Meluas
-
Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026, Timo Scheunemann Puji Mental Pemain