/
Kamis, 09 Februari 2023 | 22:35 WIB
Pelaksanaan sidang tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya. ((Foto. Antaranews.com))

“Saya berhenti. Posisi kaca saya kanan tertutup, kiri separuh. Pak, nunut (numpang), pak, ada korban. Lalu lanjut lagi ketemu lah dengan Kabag Ops, Kasat Samapta, yang lagi menyeterilkan jalan,” imbuhnya.

Ia sudah pasrah jika harus meninggal di tangan para suporter. Namun Erryga tetap berusaha menyelamatkan para korban agar bisa segera tertolong ke rumah sakit.

Perjuangannya masih belum usai. Baru beberapa meter jalan, di depan ia sudah menjumpai kendaraan aparat yang dibakar dengan kobaran api. Ada celah jalan yang masih bisa dilalui, ia ambil. Namun, lagi-lagi, kaca truknya dilempari paving oleh suporter. Pecah seluruhnya seketika. 

Tinggal helm yang masih ia kenakan untuk menyelamatkannya. Hingga akhirnya ia berhasil lolos dari amukan suporter dan keluar stadion. Meski kedatangannya sempat ditolak hingga ke rumah sakit kedua karena kondisi full pasien.  

Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 pascapertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tercatat sebanyak 135 orang meninggal dunia dan 583 orang lainnya cedera dalam tragedi ini.***

Load More