PURWOKERTO.SUARA.COM – Hukum riba dilihat dalam perspektif Islam merupakan salah satu hukum yang sangat penting dan dianggap sebagai salah satu dosa besar dalam agama Islam.
Sebab Riba merupakan suatu tindakan yang melanggar prinsip-prinsip ekonomi Islam dan bertentangan dengan prinsip-prinsip moral dan etika Islam.
Dikutip dari Al-Bahjah TV yang diampu oleh Prof. Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., Ph.D pada Selasa 14 Maret 2023 berikuti ini akan dijelaskan mengenai hukum riba dalam perspektif Islam.
Riba berasal dari kata Arab “riba” yang berarti “bertambah”. Secara umum, riba adalah pertambahan atau keuntungan yang diperoleh secara tidak wajar dan tidak seimbang.
Melihat dalam konteks ekonomi, riba adalah keuntungan yang diperoleh dari transaksi pinjaman atau utang dengan memberikan tambahan yang lebih kepada pemberi pinjaman.
Sementara dalam Islam, riba diharamkan secara tegas dalam Al-Quran dan Sunnah. Al-Quran menyebutkan bahwa riba merupakan dosa besar dan dapat membuat seseorang menjadi musuh Allah.
Beberapa ayat Al-Quran yang berkaitan dengan riba adalah Surat Al-Baqarah ayat 275-281, Surat Ali Imran ayat 130, dan Surat An-Nisa ayat 161.
Lalu dalam hadis, Rasulullah SAW juga mengharamkan riba dengan tegas. Hadis yang mengungkapkan hukum riba juga.
Sehingga hukum riba dalam Islam sangat ditekankan karena dapat merusak ekonomi dan menciptakan ketidakadilan sosial.
Baca Juga: Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil
Sebab dalam sistem ekonomi Islam, setiap transaksi harus dilakukan dengan cara yang seimbang dan adil. Hal itu berarti bahwa keuntungan yang diperoleh harus sesuai dengan risiko dan usahanya.
Dalam praktiknya, riba dapat terjadi dalam berbagai bentuk transaksi, seperti pinjaman uang dengan bunga, penjualan dengan cicilan dengan bunga dan jual beli mata uang dengan nilai yang tak seimbang.
Oleh karena itu, hukum riba dalam Islam mencakup semua bentuk transaksi yang menghasilkan keuntungan atau tambahan yang tidak wajar dan tidak seimbang.
Mengingat dalam perspektif Islam, riba juga dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial dan moral. Hal ini karena riba dapat menciptakan ketidakadilan sosial dan merusak nilai-nilai moral masyarakat.***
Berita Terkait
-
Muslim Wajib Tahu, Begini Cara Tidak Malas Beribadah Saat Bulan Ramadhan Menurut Buya Yahya
-
Tujuh Amalan Malam Nisfu Syaban Menurut Buya Yahya : Umat Muslim Perlu Tahu
-
Beredar Isu Penutupan Ziarah ke Madinah dan Makkah di Medsos : Begini Respon Kemenag RI
-
Terngiang Kisah Nenek Ditolong Orang Indonesia saat Tawaf, Bule Tampan Nikahi Guru TPQ Asal Lombok
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
BRI Catat Remittance Migrant Naik 27,7% Jelang Lebaran 2026
-
Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah
-
Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?
-
BRI Catat 27,7% Kenaikan Remittance Migrant dari Luar Negeri
-
Ketika Penolakan Berujung Tragedi: Budaya Kita yang Salah?
-
BRI Fasilitasi Pekerja Migran Indonesia, Remittance Tumbuh 27,7% pada 2026
-
Masih Jawab 'Amin'? Ini 3 Balasan Taqabbalallahu Minna wa Minkum yang Lebih Tepat
-
Buku Skulduggery Pleasant: Gerbang Kiamat di Tangan Detektif Tengkorak
-
Fico Fachriza Rayakan Lebaran dengan Hidup di Jalan Selama 3 Hari
-
7 Cara Jitu Hadapi Post-Holiday Blues bagi Karyawan setelah Mudik Lebaran