PURWOKERTO.SUARA.COM – Pasca erupsi merapi di Jawa Tengah dan DIY masyarakat perlu mewaspadai potensi adanya lahar dingin yang membawa material vulkanik bercampur dengan air hujan.
Sebab bahaya lahar dingin yang dihasilkan dari letusan Gunung Merapi dapat mengancam keselamatan manusia dan lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu ada berbagai upaya yang perlu menjadi perhatian pasca erupsi agar dampak lahar dingin tidak mengancam.
Berikut lima langkah yang perlu diperhatikan untuk mengatasi bahaya lahar dingin Gunung Merapi saat musim penghujan tiba.
1. Evakuasi
Langkah pertama yang harus dilakukan saat terjadi bahaya lahar dingin adalah segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman dan jauh dari jalur aliran lahar dingin.
Pastikan bahwa Anda mengikuti instruksi dari pihak berwenang terkait evakuasi dan tidak mengambil risiko untuk tetap tinggal di wilayah yang terancam bahaya.
2. Memakai Alat Pelindung
Ketika harus berada di sekitar lahar dingin, pastikan untuk menggunakan alat pelindung seperti masker, kacamata, dan sepatu yang tahan air.
Baca Juga: Berbagai Ormas Kecam Israel yang Ikut Gelaran Piala Dunia U-20, Kemenlu RI Sebutkan Alasan Ini
Hal ini dapat membantu melindungi tubuh dari partikel vulkanik dan mencegah terjadinya iritasi pada kulit, mata dan sistem pernapasan.
3. Menghindari Aktivitas di Dekat Aliran Lahar
Hindari melakukan aktivitas di dekat aliran lahar dingin, seperti berenang atau mandi di sungai yang menjadi lokasi aliran lahar dingini ini.
Lahar dingin dapat sangat dingin dan memiliki arus yang kuat sehingga dapat membahayakan keselamatan Anda.
4. Menjaga Kesehatan
Pastikan untuk menjaga kesehatan Anda dengan tetap mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan terhindar dari makanan yang terkontaminasi oleh lahar dingin.
5. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Setelah lahar dingin mereda, pastikan untuk membersihkan lingkungan sekitar dari material vulkanik yang masih ada.
Hal tersebut dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan pada tanaman dan hewan di sekitar wilayah terdampak.
Perlu diingat bahwa langkah-langkah di atas tidak dapat menjamin sepenuhnya terhindar dari bahaya lahar dingin.
Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu mengikuti arahan dan instruksi dari pihak berwenang terkait dan tidak mengambil risiko yang berbahaya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Jembatan PonorogoTrenggalek Putus, Warga Terpaksa Menyeberang dengan Gantung Darurat
-
Tarif Pokok PKB Jateng 2026 Tetap Sama, Budayawan Budianto Hadinegoro: Isu Hoax!
-
CEK FAKTA: Megawati Jadi Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Benarkah?
-
Asri Welas Banting Tulang Sendiri Demi Anak, Nafkah dari eks Suami Diduga Abu-Abu
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Makna Imlek bagi Detektif Jubun: Menata Hati, Menjaga Integritas
-
Ramadan 2026 Jadi Momen Terberat Asri Welas, Bakal Tinggalkan Anak-Anak
-
Kebakaran Hebat Dekat Stasiun Lambuang Bukittinggi, 3 Warung Ludes
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan