PURWOKERTO.SUARA.COM – Imbas dari kenaikan barang kebutuhan pokok jelan bulan Ramadhan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memantau ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako).
Hal tersebut dilakukan Dinperindag guna memastikan pasokannya mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan 1444 Hijriah.
"Hari Jumat (17/3/2023) kemarin, kami juga rapat dengan instansi lain yang dipimpin Pak Bupati untuk persiapan Ramadhan. Insya Allah untuk sembilan bahan pokok sudah cukup semua," kata Kepala Dinperindag Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti di Purwokerto, dikutip Antara, Senin 20 Maret 2023.
Kendati demikian, dia mengakui komoditas telur ayam ras saat ini sedikit mengalami kenaikan dan telah melampaui harga acuan pemerintah yang sebesar Rp27.000 per kilogram.
Menurut Titik, kenaikan harga telur ayam ras tersebut disebabkan oleh tingginya permintaan dari konsumen.
"Kemarin, kami kumpulkan juga pedagang telur, insya Allah cukup semua. Hanya harganya ada kenaikan," tegasnya.
Dia menduga kenaikan harga telur ayam ras juga dipengaruhi oleh penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT) karena setiap kali BPNT disalurkan terjadi kenaikan harga komoditas tersebut.
Titik menyebut kenaikan harga telur ayam ras juga dipengaruhi oleh panjangnya jalur distribusi komoditas tersebut.
"Telur yang dihasilkan dari wilayah Banyumas dibawa ke luar daerah, sedangkan pedagang di Banyumas membeli telur dari daerah lain," katanya.
Baca Juga: Euforia Rayakan Lolosnya GBT Sebagai Venue Piala Dunia U-20 : Pemkot Surabaya Bakal Gelar Hal Ini
Selain telur, lanjutanya, harga beras kualitas medium di pasaran juga kembali mengalami kenaikan meskipun saat sekarang sedang berlangsung masa panen padi.
"Kemarin, harga beras IR (kualitas medium) sudah turun hingga kisaran Rp10.000/kg, namun dua-tiga hari ini sudah naik lagi menjadi Rp11.500/kg," terangnya.
Ia mengakui kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit merah meskipun kenaikannya secara perlahan.
"Naik, kemudian stabil tinggi, lalu naik lagi. Bawang putih pun sedikit mengalami kenaikan harga," jelasnya.
Terkait dengan kondisi tersebut, Titik mengatakan pihaknya akan menggelar operasi pasar terhadap sejumlah kebutuhan pokok masyarakat sebagai upaya pengendalian harga.
"Kalau operasi pasar terhadap beras terus dilakukan bersama Bulog," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bantah Bahas RUU Pemilu! Gerindra Ungkap Isi Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi Pendukung Prabowo
-
Never-Ending Summer: Drama dengan Opening Bergaya Donghua yang Colorful
-
HUAWEI Pura90s Series 5G Hadir Usung 200MP Zoom Maxing, AI, & True Color Maxing
-
Mobil Listrik Makin Ramai, Changan Hadirkan Deepal S05 dan Nevo Q05 di Medan
-
Tarif Ojol untuk Antar Barang dan Makanan Bakal Diatur Kemkomdigi, Ini Aturannya
-
Lagu 'Bella Ciao' Bercerita Tentang Apa? Dinyanyikan Massa Demo BEM UI di Bundaran HI
-
Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
-
Skandal Rasisme Media Inggris, Kemarahan Rakyat di Balik Kematian Profesor Cambridge
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Kita Masih Takut Menatap Masa Depan?
-
Sudah Akui Terima Duit Tambang, Bebizie Belum Juga Kembalikan Uang ke KPK