/
Rabu, 05 April 2023 | 10:39 WIB
THR (ilustrasi)

PURWOKERTO.SUARA.COM Pemerintah telah menetapkan aturan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) Hari Raya Idul Fitri 1444 H atau Lebaran 2023 M. Selain Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendapatkan THR, karyawan swasta juga akan mendapatkan THR lebaran. Berapa THR karyawan swasta 2023? 


Aturan mengenai pencairan THR untuk ASN diumumkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pada Rabu (29/3/2023). Sedangakan pencairan THR untuk karyawan swasta juga telah diumumkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah pada hari Selasa (28/3/2023). 

Ida Fauziyah mewajibkan para pengusaha untuk membayarkan THR Lebaran 2023 paling lambat H-7 Idul Fitri 1444 H.


Ida menegaskan untuk pembayaran THR tidak boleh dicicil. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor M/2/HK.0400/III/2023 yang mengatur tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2023 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. 


THR juga harus diberikan untuk pekerja ataupun buruh yang sudah bekerja di perusahaan minimal selama satu bulan atau lebih. THR wajib diberikan kepada pekerja yang telah melakukan perjanjian hubungan kerja dengan pengusaha dalam paruh waktu tertentu maupun tidak tentu. 


Bagi pengusaha yang mencicil THR atau terlambat dalam membayar, akan disanksi dari Kemnaker. Hal tersehut sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 yang mengatur tentang Pengupahan.


Sanksi yang akan diberikan, antara lain teguran secara tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian ataupun seluruh alat produksi, sampai pembekuan kegiatan usaha. 
Kriteria Karyawan Swasta yang Terima THR 
Sesuai SE yang ditujukan kepada seluruh gubernur mengatur skema dan besaran THR untuk karyawan swasta.

Dalam aturan itu tidak semua karyawan mendapatkan THR lantaran ada sejumlah syarat yang telah ditetapkan dalam SE Nomor M/2/HK.04.00/III/2023 tersebut. 
Berikut kriteria karyawan yang berhak menerima THR Lebaran 2023: 


• Pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja selama satu bulan secara terus menerus ataupun lebih 
• Pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan sengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) serta perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). 

Baca Juga: Jangan Mudik Lebaran dengan Sepeda Motor, 5 Hal Ini Mengancam saat di Jalan Raya


Berapa THR Karyawan Swasta 2023? 
Pekerja atau buruh yang masa kerjanya selama 12 bulan secara terus menerus ataupun lebih, wajib diberikan THR sebesar satu bulan upah.

Sementara bagi pekerja yang memiliki masa kerja selama satu bulan secara terus menerus namun kurang dari 12 bulan, wajib diberikan THR secara proporsional sesuai dengan perhitungan berikut. 

Masa kerja (bulan): 12 x 1 bulan upah 
THR untuk Pekerja Harian Lepas 
Pekerja yang sudah memiliki masa kerja selama 12 bulan atau lebih, upah satu bulan akan dihitung berdasarkan dengan rata-rata upah yang diterimanya dalam 12 bulan terakhir sebelum jadwal Hari Raya keagamaan.

Bagi para pekerja yang memiliki masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan akan dihitung berdasarkan dengan rata-rata upah yang diterimanya tiap bulan masa kerja. (Irumacezza) 

Load More