PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Dua orang pemuda yang mengaku sebagai gengster nyaris dikeroyok warga Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (4/4/2023). Pasalnya, warga mencium gelagat keduanya hendak tawuran perang sarung di desa setempat.
Video penangkapan kedua pemuda itu oleh warga beredar di media sosial. Video itu menunjukkan penangkapan dua pemuda oleh warga sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.
Dalam keterangan video yang viral ini, kedua pemuda yang diciduk warga menyebut diri mereka kelompok gengster yang membekali diri dengan parang.
Kapolsek Bukateja, Iptu Rohmat Setyadi saat memberikan konfirmasi, Rabu (5/4/2023), memastikan pemuda yang diamankan warga bukan merupakan gengster yang membawa senjata tajam. Mereka merupakan pelajar yang hendak perang sarung.
"Dari keterangan dua pemuda yang diamankan, serta barang bukti yang ada tidak ditemukan senjata tajam. Hanya ditemukan tiga sepeda motor, satu buah sarung dan lima handphone milik mereka," ujar dia.
Selain dua pemuda tersebut, 12 orang lainnya yang turut dalam peristiwa kemudian datang menyerahkan diri ke Polsek Bukateja. Mereka datang ke Polsek Bukateja pada pagi hari setelah mengetahui temannya ditangkap.
"Total ada 14 pemuda yang sudah dimintai keterangan di Polsek Bukateja terkait peristiwa tadi malam. Seluruhnya merupakan pelajar asal Kabupaten Banjarnegara," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan diketahui peristiwa berawal dari adanya pesan WhatsApp dari orang tidak dikenal kepada salah satu pemuda asal Kabupaten Banjarnegara. Isi pesan tersebut, mengaku dari pemuda Desa Cipawon mengajak untuk perang sarung.
Mendapat tantangan melalui pesan WhatsApp, kemudian 14 pemuda dari Kabupaten Banjarnegara mendatangi Desa Cipawon menggunakan sepeda motor. Saat sampai, mereka bertemu dengan sejumlah pemuda, namun kemudian pemuda yang ditemui lari masuk ke perkampungan.
Baca Juga: 8 Artis Betah Menduda, Ada yang Mengira Bakal Rujuk dengan Mantan Istri
"Pemuda asal Kabupaten Banjarnegara kemudian mengejar ke perkampungan Desa Cipawon. Karena menimbulkan kegaduhan, kemudian warga setempat keluar dan berhasil menangkap dua orang sedangkan lainnya kabur," ucapnya.
Kapolsek menambahkan 14 pelajar yang sudah dimintai keterangan kemudian diberikan langkah pembinaan. Seluruhnya membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan membuat resah warga. Mereka kemudian diserahkan kepada orang tua masing-masing dengan sepengetahuan pihak sekolah di Mapolsek Bukateja.***
Berita Terkait
-
Sosok Lengkap Mbah Slamet, Dukun Serial Killer yang Bunuh Belasan Orang di Banjarnegara
-
Pengakuan Terbaru Dukun Pengganda Uang Bunuh 12 Orang: Korban Berpasang-pasangan, Asal Dari Jogja Hingga Palembang
-
Pembunuhan Berantai di Banjarnegara Terus Diusut, Ada Pasangan yang Dikubur Satu Lubang
-
Dukun Pengganda Uang Banjarnegara Cekoki Korban Pakai Potas, Kenapa Sangat Mematikan?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan
-
Review KIPRUN Kipstorm Tempo, Sepatu Lari Long Run dan Tempo Run Pecinta Pace Ngebut
-
Usai Tersandung Kasus Korupsi, BGN Gandeng Kejagung Kawal Tata Kelola MBG
-
Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?
-
Jaga Hutan dengan Kearifan Lokal, Pemerintah Genjot Status Hukum Masyarakat Adat Gunung Kong
-
Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA
-
Bakal Pindah Kantor, Ini Daftar Lengkap OPD Pemkot Bogor yang Bergeser ke Pusat Baru
-
Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun
-
Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi
-
Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi