PURWOKERTO.SUARA.COM - Terdakwa Anak AG (15) dijatuhi vonis 3,5 tahun di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) atas keterlibatannya dalam kasus penganiayaan berat terhadap David Ozora (17).
Sebelum menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Anak AG, Hakim Tunggal Sri Wahyuni Batubara mempertimbangkan berbagai pertimbangan, yakni keadaan memberatkan dan keadaan meringankan.
Dikutip dari PMJ News, Hakim Tunggal Sri Wahyuni mengatakan bahwa keadaan yang memberatkan vonis terhadap Anak AG.
Sri Wahyuni menyebut kondisi David Ozora yang masih di rumah sakit hingga kini akibat mengalami kerusakan otak berat jadi pemberatnya.
Untuk diketahui Kerusakan otak berat akibat penganiayaan adalah sebuah masalah serius yang dapat mengakibatkan dampak jangka panjang pada kesehatan seseorang.
Penganiayaan dapat terjadi pada semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, dan dapat mengakibatkan berbagai macam cedera, termasuk kerusakan otak berat.
Kerusakan otak berat akibat penganiayaan terjadi ketika otak mengalami trauma yang serius. Trauma ini dapat disebabkan oleh benturan yang kuat pada kepala, atau oleh benda yang menembus otak.
Kerusakan otak ini dapat mengakibatkan berbagai gejala, seperti kehilangan kesadaran, mual dan muntah, kejang, sakit kepala, kehilangan ingatan, dan gangguan kognitif dan perilaku.
Kerusakan otak berat akibat penganiayaan dapat memengaruhi fungsi otak secara keseluruhan, termasuk kemampuan untuk berpikir, berbicara, bergerak, dan merasakan.
Baca Juga: Perjalanan PSM Makassar Hingga Raih Gelar Juara Liga 1 2022/2023
Pada beberapa kasus, kerusakan otak ini dapat mengakibatkan kecacatan fisik dan keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya itu, kerusakan otak berat akibat penganiayaan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Oleh karena itu, penting bagi para korban penganiayaan untuk segera mendapatkan perawatan medis yang tepat untuk mengurangi risiko kerusakan otak berat.
Tindakan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan tindakan pencegahan seperti menghindari situasi yang berbahaya.
Serta menghindari konflik dengan orang lain, dan melaporkan kejadian penganiayaan ke pihak yang berwajib secepat mungkin.
Mengingat kerusakan otak berat akibat penganiayaan adalah masalah serius yang dapat mengakibatkan dampak jangka panjang pada kesehatan seseorang.
Oleh karena itu, penting bagi para korban penganiayaan untuk segera mendapatkan perawatan medis yang tepat dan juga melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari terjadinya penganiayaan.* * *
Berita Terkait
-
Jelang Sidang Pengacara Mario Dandy Diganti, Kok Bisa ? Begini Aturan Penunjukan Pengacara di Kasus Pidana
-
Belum Sembuh, Biaya Perawatan David Ozora Sudah Tembus Rp 1,2 Miliar
-
Mengupas Flexing dari Kacamata Psikologi, 4 Hal Ini yang Bikin Salah Kaprah : Nomor Tiga Tidak Terduga
-
7 Tips Mobil jadi Irit BBM saat Mudik Lebaran, Nomor 6 Jarang Dilakukan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
8 Fakta Kasus Pembunuhan Warga Sukau Lampung Barat yang Menggegerkan Warga
-
5 Aplikasi Jadwal Salat dengan Azan Otomatis, Bikin Ibadah Ramadan Makin Lancar
-
Membaca Gadis Minimarket: Satire Tajam Tentang Standar Ganda Masyarakat
-
Penjelasan Ending Drama Korea No Tail To Tell, Kang Si Yeol Meninggal?
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
7 Rekomendasi HP dengan Kamera ZEISS Terbaik, Hasil Foto Setajam DSLR
-
Apakah Indonesia Aman dari Perang Dunia Ke-3? Persiapkan Diri, Situasi Global Makin Memanas
-
Siapa Pengganti Ali Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Diserang Rudal
-
Kemenkeu Kantongi Rp 14,15 Triliun dari Penunggak Pajak Jumbo
-
Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3, Kekalahan dari Sumsel United Jadi Penentu Musim