PURBALINGGA.SUARA.COM, PURBALINGGA - Kepala Desa di Purbalingga rela mengundurkan diri demi mencalonkan diri sebagai bakal calon legislatif DPRD Kabupaten Purbalingga. Padahal, untuk menjadi kepala desa butuh perjuangan yang tidak mudah.
Uut Trias Yanuar, Kepala Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga merupakan satu di antara bakal calon legislatif yang mundur dari jabatan kepala desa.
Bakal calon legislatif yang maju lewat DPD Partai Golkar Purbalingga ini telah menjabat empat tahun. Artinya masih ada dua tahun masa jabatan yang dilepas demi maju ke pemilu legislatif yang belum tentu terpilih.
Uut mengaku punya beberapa alasan kenapa ia memilih mundur sebagai kepala desa dan maju di pemilu legislatif. Pertama, ia ingin berkontribusi lebih luas dengan menjadi anggota DPRD Purbalingga.
"Saya berharap apabila terpilih bisa memberi manfaat lebih banyak di Dapil 3, di Selaganggeng khususnya," kata dia usai menyerahkan dokumen persyaratan pencalonan bakal calon legislatif di Aula KPU Purbalingga, beberapa hari yang lalu.
Alasan lain, Uut mengaku selama ini melangkah atas restu orang tua. Dan kali ini, ia mendapat restu orang tua untuk maju sebagai bakal calon legislatif.
"Selama ini berjalan atas restu dari orang tua. Manakala orang tua bilang jalan, oke langsung jalan dengan segala risikonya," ujarnya.
Meski mempertaruhkan jabatan kades, Uut mengatakan itu sebagai risiko seorang petarung. Ia pernah menjadi warga biasa sebelum jadi kepala desa dan ia tak masalah jika kelak takdir membawanya kembali sebagai warga biasa.
"Saya sudah empat tahun menjadi kades. Sudah merasakan susah senangnya," katanya.
Ia menilai pengalamannya sebagai kepala desa cukup sebagai bekal menjadi wakil rakyat. Sebagai kepala desa, ia mengaku kerap menjumpai berbagai permasalahan di desa dan itu yang akan ia perjuangkan kelak ketika terpilih.
"Karena fungsi anggota legislatif sebagai perancang anggaran, pembuat regulasi, dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan
Ia mengaku mendapatkan tawaran dari beberapa partai politik. Namun ia memilih Golkar sebagai kendaraan politik.
"Alasan saya memilih partai Golkar adalah karena saya melihat Partai Golkar partai modern, partai yang memberi penghargaan kepada kader terbaik, berprestasi dan berjuang untuk masyarakat bawah," ucapnya.
Uut bukan satu-satu kepala desa yang mundur demi maju sebagai calon legislatif. Menurut data KPU Purbalingga ada nama lain, di antaranya Ayatno, Kepala Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang. Ia maju dari PDIP di Dapil 5.
Ada pula Setyo Kepal Desa Karangduren yang maju dari PKN di Dapil 3, Joko Pranoto Kepala Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol maju lewat PKB di Dapil 4, Suratman Kepala Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja dari PKB di Dapil 3, dan Suwito kepala desa Purbasari dari PKB di Dapil 3.
Para kepala desa yang mundur dan mencalonkan diri sebagai calon legislatif harus melampirkan surat tanda terima surat pengunduran diri dari lembaga yang berwenang.
"Terkait dokumen Bacaleg, prinsip dasarnya pada saat mendaftar adalah dokumen ada dan lengkap. Belum masuk substansi kebenaran dokumen dan keabsahan dokumen. Bahwa pada saat verifikasi administrasi ada atau ditemukan bacaleg yang berstatus ASN, TNI/Polri, kepala daerah, kepala desa, tidak menyerahkan ketentuan mundur saat pengajuan/pendaftaran di tanggal 1-14 Mei, maka di masa perbaikan yang bersangkutan harus memenuhi syarat mundur," ujar Komisioner KPU Purbalingga Bidang Teknis Penyelenggaraan.
Berita Terkait
-
Maju Jadi Caleg PKB Di Pemilu 2024, Menaker Ida Fauziyah Bakal Ajukan Cuti
-
Dedi Mulyadi Unggah Foto Bareng Prabowo Usai Mundur dari Partai Golkar, Pertanda Apa?
-
PPP Sebut KIB Bakal Berakhir Jika Golkar dan PAN Tak Ikut Dukung Ganjar
-
DPP Golkar Harap Plt Ketua DPD Kubu Raya Ditemukan dalam Keadaan Sehat
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari
-
KPK Geledah Kantor Bupati Lombok Barat hingga PUPR, Sita Dokumen dan Alphard
-
Pelajar Hilang di Curug Sri Rahayu Way Kanan
-
Nutrisi Jadi Kunci Generasi Emas 2045, Konsumsi Susu Anak Indonesia Perlu Ditingkatkan
-
Beli Sunscreen Wardah Online Original Hanya di Blibli, Cek Varian Sesuai Kulitmu
-
Wujudkan Mimpi! Sisca Saras Siap Guncang JFC 2026 Bersama Bintang Jepang Ayaka Yasumoto
-
Lengkapi Rutinitas Skincare Harianmu, Beli Sunscreen Cetaphil Online Original Hanya di Blibli
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Smart Training Ubah Cara Masyarakat Menjalani Gaya Hidup Sehat
-
Sensasi Baru Wisata Jakarta: Santap Malam di Atas Bus Sambil Dengar Biola dan Cerita Sejarah
-
Jadwal Terbaru SPBU Solar di Palembang 2026, Ini Daftar Layanan 24 Jam dan Malam Hari