PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten Kebumen akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 12 September 2023 di 49 Desa dari 449 Desa yang ada. Sedangkan 400 desa lainnya bakal melaksanakan Pilkades serentak pada 2025 mendatang.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 1,2 milliar lebih. Setiap desa akan mendapat dana yang ditentukan berdasarkan jumlah DPT-nya.
"Perlu diketahui, bahwa Pemkab Kebumen bakal menyelenggarakan Pilkades serentak yang diikuti 49 desa pada 12 September 2023 mendatang. Anggaran yang kita siapkan sebesar Rp 1,2 Miliar," ujar Bupati saat rapat koordinasi Forkopimda dengan Forkopimcam dalam menghadapi Pilkades 2023 di Pendopo Kabumian, Selasa (23/5).
Menurut Bupati, September 2023 bukan waktu yang lama, sehingga perlu persiapan yang matang, agar Pilkades bisa berjalan dengan lancar dan aman. Termasuk mempersiapkan diri tentang berbagai macam tantangan dan risiko yang dihadapi. Karena Pilkades juga berpotensi rawan terjadi konflik sosial.
"Perlu dicermati dan disikapi jadwal tahapan pelaksanaan Pilkades. Biasanya terjadi kerawanan permasalahan dalam hal pendaftaran bakal calon, pendaftaran pemilih, kampanye, masa tenang, dan pemungutan suara, serta pasca pemungutan suara. Untuk itu, seluruh stakeholder yang terlibat harus saling memonitor pelaksanaan tahapan. Pastikan semua tahapan berlangsung dengan aman dan tenteram," katanya.
Bupati juga meminta tim pengawas di tingkat Kecamatan agar membantu, memfasilitasi, serta mengawal Pemdes dalam melakukan penyelengaraan setiap tahapan Pilkades serentak 2023.
"Untuk kepala desa yang masa jabatannya akan berakhir, segera penuhi tugas dan tanggungjawab menyusun laporan akhir masa jabatan. Tentu sesuai ketentuan yang berlaku," paparnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kebumen Cokro Aminoto menambahkan, sejatinya perhelatan Pilkades Serentak tahun 2023, di Kabupaten Kebumen akan menerapkan sistem electronic voting (e-voting) melalui komputerisasi.
Namun karena pertimbangan biaya yang mahal, mencapai miliaran rupiah, rencana tersebut masih diurungkan. Jadi Pilkades serentak 2023 masih menggunakan sistem biasa-manual.
"Sebenarnya ada dua desa yang akan kita uji coba untuk menggunakan sistem e-voting, tapi karena pertimbangan biaya yang mahal, rencana itu kita tunda, karena harus menggunakan perangkat komputer dengan biaya miliaran rupiah," terang Cokro.
Baca Juga: Resmi Hadapi Argentina Pada Juni 2023, Lionel Messi Main Lawan Timnas Indonesia?
Cokro kembali menyebut, anggaran Pilkades berasal dari APBD (Bankeu) berjumlah Rp. 1.209.000.000. Besaran Belanja Bantuan Keuangan tersebut ditentukan sebagai berikut:
a. Desa dengan jumlah DPT Pemilihan Umum terakhir kurang dari 1.000 mendapat Rp.21.000.000.
b. Desa dengan jumlah DPT Pemilihan Umum terakhir antara 1.000 sampai dengan 3.000 orang mendapat Rp24.000.000
c. Desa dengan jumlah DPT Pemilihan Umum terakhir lebih dari 3.000 orang mendapat Rp27.000.000.
Pendaftaran calon kades dimulai 5-17 Juli. Penetepan calon kades pada 9-11 Agustus. Seleksi tambahan pada 22 Agustus berupa seleksi tertulis. Kemudian kampanye akan dilaksanakan l 6-8 September, lalu pemungutan perhitungan, dan penetapan kades terpilih dilaksanakan pada 12 September, dan 21 November dilaksanakan pelantikan kades terpilih.
"Calon kades maksimal diisi tiga orang. Kalau lebih tiga orang, misalnya lima orang atau tujuh orang, maka maka diadakan seleksi tambahan," tandasnya. (Irumacezza)
Tag
Berita Terkait
-
Tersangka Pembacokan di Banjarnegara Dalam Pengejaran Polisi, Kabur Usai Lukai Korban dengan Senjata Tajam
-
Hitung-hitungan Harga Tiket FIFA Match Day Lawan Argentina, Begini Respon Erick Thohir untuk Pencinta Sepak Bola Indonesia
-
Pastikan Kesehatan Jemaah di Tanah Suci Tertangani Baik, Kemenkes RI Buka Klinik di Makkah dan Madinah
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana