PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Sejumlah Rumah Potong Hewan (RPH) di Banyumas dampingan Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendapatkan Sertifikasi Halal Indonesia.
Ketua Sentra Halal UMP Dr.Apt. Diniatik, S.Si, M.Sc. mengatakan, Binatang unggas seperti ayam perlu ada sertifikasi halal karena ayam merupakan daging yang paling sering dikonsumsi masyarakat, namun sangat sedikit rumah potong unggas yang memiliki sertifikat halal.
“Tidak bisa dipungkiri masih banyak tempat pemotongan ayam yang masih melakukan penyembelihan yang tidak syar'i, atau adanya pencampuran ayam tiren. Apalagi kedepan dengan aturan pemerintah wajib sertifikat halal untuk F&B serta jasa dan hasil sembelihan, produk olahan yang menggunakan ayam sebagai bahan bakunya akan sulit mendapatkan sertifikat halal. Karena tidak menggunakan ayam potong yang berasal dari tempat pemotongan yang bersertifikat halal,” katanya saat di temui di Purwokerto, Jumat (24/6/2023).
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk sertifikasi halal saat ini ada 2 skema yakni reguler dan self declare dimana self declare itu gratis, namun hanya untuk produk yang beresiko rendah. Sedang untuk RPU tidak bisa pakai self declare, karena RPU merupakan usaha yang cukup beresiko, jadi harus menggunakan skema regular.
“Untuk skema regular itu berbiaya, namun untuk 4 sertifikat halal RPU yang didampingi sentra halal UMP ini mendapatkan bantuan dari Danone. Sudah ditawarkan ke RPU-RPU yang ada di Banyumas, namun hanya 4 yang bisa memenuhi kriterianya,” jelasnya.
Lebih lanjut diucapkan terimakasih kepada tim sentra halal, Danone, LPHKHT (Lembaga Pemeriksa Halal Kajian Halal Thoyib) Muhammadiyah, LPPOM MUI dan BPJPH Kementrian Agama Republik Indonesia.
Persyaratan sertifikasi halal, lanjut Diniatik, harus memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha), dokumen manual SJPH, dimana penyusunan manual dokumen SJPH ini bisa didampingi oleh Sentra Halal UMP.
“Untuk UMKM dampingan Sentra Halal UMP sudah lebih dari 760 UMKM yang tersetifikasi halal dengan skema self declare. Sedang untuk RPU yang didampingi Sentra Halal UMP baru 4 se Banyumas raya yaitu: Rumah Potong Unggas Aan Lengsing di Desa Sokawera Kecamatan Somagede, Rumah Potong Unggas Fajar di Desa Bojongsari Kecamatan Kembaran, Rumah Potong Unggas Agus Farm di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, dan Rumah Potong Unggas Mumtaza di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok” terangnya.
Dijelaskan, rencana ke depannya, masyarakat lebih aware dengan konsumsi produk halal, dan semua produk pangan di Banyumas bisa tersertifikasi halal. Berdasarkan program dari Kementrian Agama, 1 juta sertifikat halal pada tahun 2023, maka Sentra Halal UMP mempunyai kapasitas pelayanan sertifikasi halal bisa hingga lebih dari 1000 ajuan dengan skema self declare dibantu pendamping-pendamping yang amanah dan menjaga kode etik pendampingan Proses Produk Halal (PPH).
Baca Juga: 5 Tanda Gula Darah Tinggi, Cegah sebelum Terlambat
“Kedepan, semuanya. Seperti kosmetik, obat, bahkan barang gunaan seperti sandal, sepatu, harus tersetifikasi halal. Tapi target untuk saat ini adalah makanan, minuman, jasa sembelihan dan hasil sembelihan. Di tanggal 17 Oktober 2024, harus tersertifikasi halal seluruhnya,” jelasnya.
Sementara itu Muslikhun dari Ayam Potong Fajar mengapresiasi Sentra Halal UMP yang telah memfasilitasi rumah potong unggasnya bersertifikat halal.
"Kami tak akan lupa semua kebaikan ibu dan tim sentra halal kepada RPU kami, mulai dari saya bisa ikut bimtek. Sekarang bisa progres sertifikasi halal BPJPH dan melahirkan Juleha baru, semua berkat jembatan yang sentra halal berikan, Insya Allah akan kami pegang kuat amanah sertifikasi ini," pungkasnya. ***
Berita Terkait
-
Ketua PP Muhammadiyah Usul Perlu Ada Tujuh Pasangan Capres di 2024
-
Ketua PP Muhammadiyah Usul Presidential Threshold Diturunkan Agar Capres Makin Banyak
-
Biar Rakyat Punya Banyak Pilihan di Pilpres, PP Muhammadiyah Dukung Ambang Batas Pencalonan Presiden Diturunkan
-
Pemerintah Perpanjang Libur Idul Adha, Haedar Nasir: PP Muhammadiyah Sampaikan Terima Kasih Kepada Presiden
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Restoran Penuh, Saf Salat Kosong: Ironi Ramadan di Tengah Euforia Bukber
-
TODAK Throne 2.0 Resmi Rilis! Jadi Kursi Gaming Resmi MPL 2026, Tandai Transformasi Besar TODAK 2.0
-
Duet TikTok-Tokopedia Ubah Peta Tren Perdagangan Online di RI
-
Seskab: Surat Duka Cita Gugurnya Ali Khamenei Ditulis Prabowo untuk Presiden Iran
-
Beckham Putra Jaga Pola Makan selama Ramadan, Hindari Gorengan
-
6 Sepatu Lari Asics Diskon Besar di Planet Sports, Harga Mulai Ratusan Ribu
-
BEI Akui Pelemahan IHSG Imbas Perang Panas Iran vs Amerika dan Israel
-
Geger OTT Bupati Pekalongan: Sudah Kaya dan Terkenal, Kenapa "Rakus" Pejabat Tak Ada Obatnya?
-
Tayang April, Woo Do Hwan dan Lee Sang Yi Bintangi Drakor Bloodhounds 2
-
John Herdman Gigit Jari Pemain Keturunan Calon Mesin Gol Timnas Indonesia Alami Cedera Paha