/
Senin, 10 Juli 2023 | 07:59 WIB
Selebrasi Sava usai cetak brace ke gawang Kamboja pada laga AFF U-19 Women's Championship 2023 di Palembang Minggu 9 Juli 2023. (PSSI)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Timnas U-19 Putri sukses meraih poin penuh usai menaklukkan Kamboja 5-0 di AFF U-19 Women's Championship 2023 di Palembang, Minggu malam 9 Juli 2023. Dua dari lima gol skuat Srikandi muda dicetak Sava, pemain berpostur imut kelahiran Sidoarjo.

Sava mencetak gol keempat dan kelima Timnas. Gol keempat dicetak pada menit 60 melalui shooting keras. Bola tak mampu dijangkau karena kiper lawan mati langkah.

Sava kembali mencetak gol pada menit 90+4 melalui tendangan jarak jauh. Bola mengalir ke sudut gawang dan tak mampu diantisipasi kiper. 

Skor 5-0 untuk Timnas U-19 Putri. Skor ini mengukuhkan Timnas U-19 Putri Indonesia di puncak klasemen setelah sebelumnya menaklukan Timor Leste 7-0 dan Laos 4-1.

Pada laga ini Sava mencuri perhatian karena mencetak brace. Sava pun produktif mencetak gol pada laga sebelumnya.

Masih segar di ingatan, bagaimana sepakan keras pemain sepakbola wanita bernama kecil Sava, melesat deras tak terbendung saat Indonesia kontra Laos di AFF U-19 Women's Championship 2023 di Palembang, Jumat (7/7). Di laga itu, Indonesia menang dengan skor 4-1.

Sava yang memiliki nama lengkap Armelia Nur Sava Zada ini, berusia 15 tahun. Ia lahir tanggal 6 Juni 2007, dan tinggal di Bebekan, Sidoarjo. 

Dia bersekolah di SMAN Colomadu. Ia adalah salah satu pemain berpotensi hebat lainnya di tim yang diasuh Rudy Eka Priyambada.

"Awal mula saya menyukai sepakbola kan main-main iseng-iseng sama mas (panggilan kakak dalam bahasa Jawa). Terus senangnya itu pas main itu cetak gol, jadi kayak ada rasa ingin lagi terus menerus. Akhirnya didaftarkan sama Ayah dan Bunda, di SSB terdekat, daerah Surabaya," bua Sava mengawali ceritanya.

Baca Juga: Timnas U-19 Putri Bekuk Kamboja 5-0 Pada Piala AFF U-19 Women's Championship 2023

"Lama kelamaan kan jadi bisa tuh main bola, Ayah sama Bunda mencari SSB khusus wanita, tapi tak ketemu, jadi disuruh latihan terus saja dengan yang laki-laki, setelah itu, dapat SSB wanita, sempat ikut Persebaya beberapa bulan, sebelumnya ikut Arema tiga bulan, dari Persebaya, lalu pindah ke Persis," lanjutnya.

Bercerita mengenai kesulitan dalam bermain sepakbola, Sava mengatakan dukanya adalah saat terkena cedera, "Terus tidak bisa bermain, kalau kita sudah main, lolos ke semifinal, tapi kita kalah, jadi tak lolos ke final. Kesulitan lain adalah ketika hendak membeli sepatu, namun uangnya belum ada, jadi pakai sepatu yang rusak-rusak gitu, pakai terus saja. Kemudian saat pindah ke klub baru, jadi harus adaptasi lagi," ceritanya.

Adapun hal lain yang membuat gadis belia nan ceria ini, teringat masa sulitnya dalam bermain sepakbola adalah ketika harus menempuh jarak yang cukup jauh antara rumahnya dan SSB-nya.

"Kadang saya harus menempuhnya dengan berjalan kaki, selama 10 hingga 15 menit. Kadang kalau ada sepeda, ya pakai sepeda. Tapi seringnya sih jalan kaki," tuturnya sambil tersenyum.

Cukup sudah mengingat cerita dukanya, kini bahasan mengalir ke suka dan kegembiraan Sava, yaitu saat dirinya mencetak gol debut dalam tim U-19 wanita Indonesia.

Ya, pemilik nomor punggung 16 itu mencetak gol melalui tendangan jarak jauh, sekaligus menjadi titik balik kemenangan tim Garuda Pertiwi Muda saat melawan Laos. Sebab sebelumnya, Indonesia kemasukan gol lebih dahulu.

Load More