PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Pulau Dewata Bali selain menikmati destinasi alamnya tidak lengkap tanpa mencoba wisata belanjanya. Termasuk tempat di Jalan Gatot Subroto Timur, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara berjarak 7,6 Kilometer dari Lapangan Renon Kota Denpasar.
Lokasi ini merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Pulau Dewata Bali yang menawarkan pengalaman belanja yang unik dan menyenangkan. Sebab tidak hanya menjadi tempat berbelanja yang populer, tetapi juga merupakan sebuah karya arsitektur yang mempesona dengan memperlihatkan keindahan Pulau Dewata dan memiliki konsep ramah lingkungan.
Pusat perbelanjaan ini dirancang dengan cermat untuk menyatu dengan keindahan alam Pulau Dewata. Bangunan ini memanfaatkan elemen-elemen tradisional Bali dalam desainnya, seperti atap sirap yang khas dan ukiran-ukiran Bali yang indah di beberapa bagian bangunan. Desain ini menciptakan suasana khas Bali yang kental dan memberikan pengalaman berbelanja yang istimewa bagi para pengunjung.
Dikutip dari Kanal YouTube JooUpdate pada Kamis 20 Juli 2023, pusat perbelanjaan ini bernama Living World Denpasar. Selain itu memiliki konsep ramah lingkungan yang diimplementasikan dalam berbagai aspeknya tempat ini juga ramah lingkungan.
Termasuk upaya dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, pusat perbelanjaan ini menggunakan teknologi ramah lingkungan, seperti penerangan dengan lampu LED yang lebih efisien energi, sistem pendingin dan penghangat ruangan yang hemat energi, dan pengelolaan limbah yang lebih berwawasan lingkungan.
Tidak hanya itu, Living World Denpasar juga memiliki taman-taman indah yang menghijau dan menghiasi area sekitar pusat perbelanjaan. Taman-taman ini memberikan suasana yang menyegarkan dan menenangkan bagi para pengunjung yang ingin beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas belanja.
Selain itu, taman-taman ini juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang penting untuk menjaga kualitas udara dan mengurangi efek pemanasan global di kawasan perkotaan. Living World Denpasar bukan hanya tempat untuk berbelanja, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya bagi masyarakat Bali.
Berbagai acara dan pertunjukan seni sering diadakan di sini, memperkaya kehidupan budaya dan kreativitas masyarakat setempat. Selain itu, Living World Denpasar juga aktif mendukung kegiatan sosial dan lingkungan di sekitarnya, mencerminkan komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Pulau Dewata Bali, Living World Denpasar telah berhasil menciptakan pengalaman belanja yang berbeda dan istimewa bagi para pengunjung. Sebab dengan arsitektur yang memukau yang menyatu dengan keindahan Pulau Dewata ini jadi pembeda.
Ditambah konsep ramah lingkungan yang diterapkan dalam operasinya, Living World Denpasar menjadi destinasi favorit bagi warga setempat dan wisatawan yang mencari pengalaman belanja yang tak terlupakan di Pulau Dewata Bali.***
Berita Terkait
-
Hanya 4,5 Km dari Alun-alun Kota Bogor, Pusat Perbelanjaan Ini Miliki Fasilitas Lengkap dan Arena Bermain Anak: Ada Taman yang Instagramable Juga?
-
Cuma 6,4 Km dari Silang Monas Jakarta Pusat, Pusat Perbelanjaan Sarat Sejarah Ini Kini Sepi Bak Kuburan: Kalah Bersaing dan Dampak Panjang Pandemi!
-
Berjarak 7,6 KM dari Kota Yogyakarta, Pusat Perbelanjaan Ini Diklaim Jadi Terbesar di Jawa Bagian Tengah
-
Berjarak 6,1 Km dari Kota Yogyakarta, Pusat Perbelanjaan Ini Didesain Perpaduan Arsitektur Romawi dan Interior Khas Keraton
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati