PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Bencana melanda penambang emas tradisional di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang , Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Selasa (25/7/2023) pukul 23 WIB. Sebanyak delapan orang terjebak di lubang galian tambang emas itu.
Sederet fakta terungkap setelah musibah ini terjadi. Berikut deretan fakta mencengangkan di balik bencana di tambang emas rakyat di Desa Pancurendang.
1. Basarnas Kantor SAR Cilacap menerima informasi kondisi membahayakan manusia, yaitu 8 orang penambang terjebak di dalam tambang emas rakyat Desa Pancurendang pada Rabu (26/7/2023) siang. Padahal peristiwa ini terjadi pada Selasa (25/07) pukul 23.00 WIB.
2. Setidaknya ada 8 orang terjebak di lubang tambang akibat datangnya air secara tiba-tiba. Air ini menggenangi area pertambangan di Kawasan Pertambangan Rakyat Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
3. Kantor SAR Cilacap dan USS Banyumas menerjunkan regu penyelamat masing-masing satu tim untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan guna menyelamatkan para penambang yang terjebak di bawah tanah.
4. Semua korban yang terjebak berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
5. Basarnas mengerahkan alut di antaranya 1 Unit Rescue Car Type II, 1 Unit Rescue Car Compartment, 2 Set Peralatan CSSR, 1 Set Peralatan HART, 4 Set Peralatan Selam, 1 Set Alat Detektor Gas, Alat Pendukung Lainnya, dan 4 Set Alat Komunikasi.
6. Hasil interogasi terhadap Karipto, Kadus 2 Desa Pancurendang menyatakan tambang mas ini tidak berizin alias ilegal.
7. Tambang emas Pancurendang mulai beroperasi pada tahun 2014.
8. Pertambangan emas tradisional di Pancurendang tersebut menjadi mata pencarian 80 persen warga desa Pancurendang, Ajibarang, Banyumas.
9. Pembukaan tambang ini diawali kesepakatan antara pemilik lahan dengan penambang dengan persentase bagi hasil 20 persen untuk pemilik lahan, 20 persen untuk pemodal, 60 persen untuk pekerja.
10. Saat ini untuk lapak tambang ada sebanyak 35 lapak tambang. Sebanyak 30 di antaranya aktif dan lima di antaranya tidak aktif. Pekerja merupakan masyarakat sekitar.
11. Polresta Banyumas bersama dengan perangkat desa dan Dinas ESDM Kabupaten Banyumas pernah melakukan sosialisasi pada tahun 2017 kemudian ada permintaan dari warga untuk tambang tetap beroperasi.
12. Pihak koperasi 'Sela Kencana' sebagai wadah para penambang mengajukan permohonan IPR ke Dinas ESDM Provinsi Jateng pada 2021, namun sampai sekarang belum turun perijinan.
Berikut data survivor yang masih dalam pencarian tim Basarnas:
1. Cecep Suriyana (29) asal Desa Cisarua Rt 02 Rw 08 Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.
2. Rama Abd Rohman (38) asal Desa Cisarua Rt 02 Rw 05 Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor.
3. Ajat (29) asal Desa Kiarasari Rt 01 Rw 06 Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.
4. Mad Kholis (32) asal Desa Kiarapandak Rt 02 Rw 07 Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor,
5. Marmumin (32) asal Desa Kiarasari Rt 02 Rw 06 Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor,
6. Muhidin (44) asal Desa Kiarasari Rt 01 Rw 04 Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor,
7. Jumadi (33) asal Desa Cisarua Rt 01 Rw 08 Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor,
8. Mulyadi (40) asal Desa Kiarasari Rt 02 Rw 06 Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.
Berita Terkait
-
450 Meter dari Kecamatan Ajibarang, Tambang Emas di Desa Ini Runtuh Timpa 8 Penambang
-
Ternyata Ada Cadangan Emas di Banyumas, 8 Penambang Terjebak hingga SAR Turun Tangan
-
Kwarcab Banjarnegara Masuk Finalis Pramuka Peduli Award Jawa Tengah 2023, Sejarah Manis Akankah Terulang?
-
Berjarak Beberapa Meter Dari Alun-Alun Purwokerto, Reverensi Tempat Belanja Terbesar dan Terlengkap
-
30 Mahasiswa Asal Malaysia KKN di Kebumen, Langsung Disambut Bupati
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Ingatkan Soal PKI hingga RMS, Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Tak Anti Kritik
-
Masih Hangat, Tecno Pova 8 Resmi Meluncur 11 Juni: Usung Alive Matrix Display dan Dimensity 7100
-
Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia
-
Tren Lari Melejit, Kesadaran Asuransi di Kalangan Pelari Ikut Meningkat
-
Mahasiswa UI ke Aparat: Kami Bukan KKB, Tolong Jangan Represif!
-
Viral Mahasiswa Indonesia di Malaysia: Dikasihani Warga Lokal Hanya karena Makan Satu Es Krim Berdua
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
Thibaut Courtois Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Belgia usai Piala Dunia 2026
-
Menyusuri Lorong Rindu dalam Antologi Puisi Bertemu di Temaram
-
Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi