PURWOKERTO.SUARA.COM – Pernah singgah di stasiun Banjarnegara ?? pertanyaan ini mungkin hanya segelintir masyarakat saja mungkin yang bisa menjawabnya.
Apakah pernah ada stasiun kerewta api di Banjarnegara? Pastinya untuk generasi milenial saat ini banyak yang mempertanyakan.
Mengingat saat ini yang kita temua hanyalah sisa-sisa bantalan rel kereta api yang masih ada dibeberapa lokasi yang berdempetan dengan jalur jalan raya provinsi sepanjang Klampok hingga Sigaluh.
Ditambah dengan jembatan rel kereta api yang membentang di atas jalur provinsi serta sisa-sisa bangunan lainnya yang ditengarai sebagai stasiun kereta api.
Stasiun Banjarnegara (BA) merupakan stasiun kereta api non aktif kelas III/kecil yang terletak di kelurahan Semarang, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara.
Stasiun yang terletak pada ketinggian +291 meter ini termasuk dalam wilayah aset daop V Purwokerto.
Dalam verslag yang dibuat oleh SDS, stasiun ini dibuka bersama dengan jalur kereta api segmen Purwareja - Banjarnegara.
Jalur kereta api ini dibuka pada tanggal 18 Mei 1898 dan selanjutnya pada tanggal 1 Mei 1916, dibuka jalur menuju Selokromo yang terhubung ke kabupaten Wonosobo.
Jalur kereta api dan stasiun-stasiunnya kini dinonaktifkan sejak 1978 karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum.
Baca Juga: Viral! Dieng Banjarnegara Kembali Membeku Hingga Minus 3,5 Derajat Celcius
Penghentian operasional jalur kereta api itu juga disusul dengan mangkraknya bangunan dan kondisinya kini semakin rapuh dan tak terawat.
Stasiun Singomerto diketahui saat ini tidak terawat dan bahkan menjadi kandang kambing.
Sementara, stasiun Banjarnegara yang terletak di kelurahan Semarang kini berubah menjadi toko bangunan.
Kondisi ini juga terjadi di bangunan-bangunan kuno lain, seperti di kawasan Klampok yang pada masa kolonial menjadi salah satu pusat bisnis dan industri yang penuh dengan peninggalan bangunan bersejarah.**alw
Berita Terkait
-
3,6 KM dari Lawang Sewu Kota Semarang, Inilah Kawasan Terindah di Jateng dengan Konsep Arsitektur Tiongkok: Seakan Berada di Negeri Tirai Bambu!
-
Teknik Sipil UMP Terima Dana Hibah dari Kemendikbud Ristek hingga Nyaris Setengah Miliar Rupiah
-
Fakta-fakta Mencengangkan di Balik Bencana di Tambang Emas Pancurendang Banyumas
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian