Keturunan-keturunan Galuh purba ini menyebar dan mendirikan berbagai macam Kacan dan melahirkan Wangsa Syailendra dinasti Sanjaya.
Selanjutnya mulai dari raja-raja di tanah Jawa itu bisa dibilang Galuh purba dari lereng gunung Slamet inilah induk dari kerajaan-kerajaan di Jawa jejak ketuaan dan purba.
Bisa terlihat dalam kajian yang dituangkan dalam bukunya the critical survei of the study dalam kajiannya ahli filologi berkebangsaan Belanda itu menyiratkan bahwa rumpun bahasa Banyumas.
Saat ini lebih tua dibanding yang digunakan oleh masyarakat di pulau Jawa lainnya bahasa Ngapak. Inilah yang ditengarai digunakan oleh masyarakat kerajaan Galuh purba.
Lalu dimanakah tepatnya Galuh purba? kajian Van Der meulen tidak menyebut lokasi tepat hanya menyebut di sekitar wilayah Gunung Slamet.
Hal itu berarti kemungkinan bisa di wilayah yang kini masuk Banyumas, Brebes, Tegal Pemalang atau Purbalingga memang belum ada catatan klasik.
Namun setidaknya di Purbalingga ditemukan gua prasasti yakni prastasti Cipaku dan prasasti Bukateja yang diperkirakan berasal dari sekitar abad yang lalu.***
Berita Terkait
-
Lintas Medan Ubaloka Jawa Tengah, Kwarcab Banjarnegara Siap Berbicara
-
Terjadi di Purbalingga, Ayah Tiri Rudapaksa Anak 13 Tahun Belasan Kali
-
Jemaah Haji Asal Purbalingga Dijadwalkan Kembali KeTanah Air Dini Hari Nanti
-
Fakta-fakta Mencengangkan di Balik Bencana di Tambang Emas Pancurendang Banyumas
-
Kwarcab Banjarnegara Masuk Finalis Pramuka Peduli Award Jawa Tengah 2023, Sejarah Manis Akankah Terulang?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemkab Kolaka Sewa 6 Pesawat Wings Air 2,7 Miliar untuk Calon Haji 2026
-
Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
5 Lipstik Viva Terbaik untuk Usia 40 ke Atas, Anti Menor dan Tahan Lama
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Gubernur Sulsel: Permudah Penempatan ASN Berkualitas
-
Masakan Bu Rudy Dibawa ke Kafe Modern, Ada Nasi Cumi Hitam hingga Lidah Komplit
-
Kisah Siti Jual Rumah Demi Pernikahan Anak hingga Hidup Susah Viral, Fakta Lain Ikut Terungkap
-
Heboh Razia Ilegal Berujung Pergantian Kadishub, Bagaimana dengan Banjir Palembang?