PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Warga atau pengendara yang kerap melintasi Desa Banjarkulon, Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara, tentunya tidak asing dengan pemandangan batu berbentuk mirip sapi persis di sisi jalan.
Batu-batu itu disimpan dan dipajang di dalam sebuah bangunan dengan cat hijau dan berpagar.
Di ruangan itu, tampak dua patung mirip sapi atau lembu yang duduk menghadap ke jalan. Namun wujud patung itu sudah tidak utuh.
Bagian kepala patung hewan itu telah hilang. Sehingga yang tampak hanya bagian leher ke bawah yang relatif masih utuh.
Uniknya, di salah satu patung, terlihat ada batu berbentuk rantai yang mengalungi leher hewan itu.
Sebagian masyarakat menyebutnya Arca Watu Lembu.
Selain arca Watu Lembu, ada pula batu besar yang sudah dibentuk menyerupai umpak atau penyangga tiang bangunan.
Sejarah awal mula keberadaan benda-benda purbakala itu belum bisa dipastikan.
Namun patung itu oleh sejarawan diasosiasikan dengan Arca Nandi. Nandi merupakan kendaraan Dewa Siwa dalam mitologi Hindu. Bahkan umat Hindu tidak mengonsumsi lembu karena dianggap hewan suci.
Keberadaan patung Lembu itu selama ini diidentikkan dengan tempat pemujaan umat Hindu aliran Siwa.
Begitu pun batu mirip umpak yang disalahpahami sebagai sisa peninggalan Kadipaten Banjarpetambakan, cikal bakal berdirinya Kabupaten Banjarnegara.
Batu itu lebih identik dengan Yoni, lambang kesuburan dalam tradisi ajaran Hindu. Pasangannya adalah Lingga, namun tidak jelas keberadaannya di tempat ini.
Benda-benda itu disimpan, bahkan dibuatkan bangunan atau tempat khusus sebagai bentuk upaya pelestarian.
Namun benda-benda purbakala itu terkesan kurang terawat dan terperhatikan. Bangunan terlihat rusak pada beberapa bagian. Rumput dan tanaman luar tumbuh di seputar bangunan.
Tempat bersejarah itu juga jarang dikunjungi orang. Pengendara hanya lalu lalang di jalan tanpa terlihat memerhatikan tempat penyimpanan benda cagar budaya itu.
Tag
Berita Terkait
-
Hanya Kurang 30 Menit dari Pos Pertama, Pendaki Bisa Kepuncak Gunung Pake Kendaraan Roda Dua Nuansa Cakrawala Nan Megah
-
Berjarak 3,3 KM dari Alun-alun Madiun, Pusat Perbelanjaan Ini Mengusung Konsep One Stop Entertainment
-
Super Big Match Liga 1, Jadwal dan Link Streaming Laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
20 Ide Lomba 17 Agustus Seru buat Ibu-Ibu, Bikin Perayaan HUT ke-81 RI Makin Meriah
-
Perusahaan Penimbun Sampah Liar di Kramat Jati Wajib Ganti Rugi
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya
-
Polri Siap Hadapi Perlawanan Febrie Adriansyah Lewat Praperadilan Kasus Korupsi dan TPPU
-
Timnas Indonesia vs Singapura: Awas Ketajaman Striker Berdarah Pacitan
-
5 Sepatu Lari Mills Terbaik untuk Pemula dan Maraton, Nyaman Dipakai Latihan hingga Race
-
Kata-kata Jordi Amat Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam di Piala AFF 2026
-
Aparat Kewalahan, Massa Duduki Gerbang Kejagung dan Hadang Jalan Panglima Polim
-
Flare Merah Menyala di Kejagung, Massa Mahasiswa Bawa Keranda Bertuliskan 'Febrie'