PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS- Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed (KAFapet Unsoed) menggelar reuni akbar, Sabtu (9/9/2023) di Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman Unsoed Purwokerto.
Panitia mengundang semua alumni, baik alumni D3, S1, S2, maupun S-3 untuk hadir dalam Reuni Akbar Mulih Kandang Guyub Rukun Seduluran Selawase ini yang diharapkan sekitar 1.500 alumni hadir.
“Reuni akbar adalah agenda Kafapet yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Untuk itu, mari kita hadiri reuni akbar tahun 2023 ini, dengan berjumpa teman-teman lama saat kuliah dulu dalam suasana yang menyenangkan,” ujar Ketua Panitia Mulih Kandang 2023 Fapet Unsoed, Nuroso
Dijelaskan, reuni akbar dikemas dalam dua sesi, yaitu Sesi Siang dan Malam. Sesi Siang merupakan Gathering khusus alumni. Di situ ada penampilan hiburan dari masing-masing angkatan, kekompakan kostum, podcast, dan lain-lain. Kemudian untuk Sesi Malam diadakan Gala Dinner yang merupakan acara inti yakni pembagian hadiah, bincang dengan alumni, dan seremonial lainnya.
Ketua Umum Kafapet Unsoed, Bambang Rijanto Japutra menambahkan, reuni akbar ini dihadiri oleh alumni lulusan D-3 sampai S-3 Fapet Unsoed dari seluruh penjuru tanah air.
Ia memprediksi sekitar 1.000-1.500 alumni dan tamu undangan memenuhi Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Unsoed,Purwokerto.
“Nama Mulih Kandang ini ditetapkan sebagai nama kegiatan Reuni Akbar kami. Jadi ke depannya, kalau orang dengar nama Mulih Kandang, orang-orang langsung tahu bahwa kegiatan tersebut miliknya alumni Peternakan Unsoed. Mulih Kandang ini diselenggarakan setiap lima tahun sekali dan lokasinya di Purwokerto,” kata pria yang akrab disapa BRJ itu.
Selain mempertemukan kembali para alumni lintas angkatan dalam nuansa yang penuh keakraban dan kegembiraan, kegiatan tersebut juga berdampak pada perekonomian kota Purwokerto.
Hal itu lantaran alumni yang datang dari berbagai daerah menginap dan tentunya berwisata kuliner sembari mengenang masa-masa kuliah di Kabupaten Banyumas tersebut.
“Dalam hitungan kami, kalau separuhnya saja katakanlah 500 orang yang dari luar daerah menginap dengan rerata tarif hotel sebesar Rp500 ribu/malam, maka ada dampak ekonomi dari kegiatan ini mencapai Rp 250 juta kepada kota Purwokerto. Belum lagi jika ditambahkan dengan wisata kulinernya, maka dampak positif ekonominya tentu semakin besar. Semoga Mulih Kandang 2023 berjalan dengan lancar, berkah, dan sukses,” harap BRJ.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati