/
Kamis, 14 September 2023 | 09:21 WIB
Pengurus PGRI Banjarnegara bersama unsur terkait saat peletakan batu pertama pembangunan RTLH di Kecamatan Mandiraja (doc. Heni Purwono)

PURWOKERTO.SUARA.COM – Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditangani oleh PGRI Banjarnegara mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat.

Sekretaris Bisang Usaha dan Kerjasama Mahadi selaku penanggung jawab program mengatakan peran PGRI dalam membangun solidaritas para anggotanya tidak main-main terutama dalam pelaksaan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Terbukti dari 12 titik pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditangani PGRI dengan dana dari Baznas senilai 240 juta, realisasinya justru menjadi 320 juta,” ujarnya.

Lebih jauh pihaknya menjelaskan, hal tersebut karena program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mendapat dukungan dan partisipasi serta sinergi dengan berbagai pihak. 

"Ada Kades yang mau membantu, ada Koperasi Pegawai Negeri, dan juga serkiler sumbangan perseorangan dari guru tidak sedikit jumlahnya,” lanjutnya.

Pihaknya menuturkan, kondisi tersebut menunjukkan PGRI solid dan juga penuh solidaritas untuk kegiatan sosial dan ikut serta membantu pemerintah dalam upaya mengentaskan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, semoga ini menjadikan spirit dan motivasi bersama untuk terus senantiasa membantu bagi saudara kita yang membutuhkan pertolongan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Pengembangan Dindikpora Banjarnegara Supriyadi saat peletakan batu pertama di Kecamatan Mandiraja mengatakan, kegiatan sosial yang digerakkan oleh dan dari guru ini patut mendapatkan apresiasi dan perlu dicontoh.

"Sumber dananya dari zakat 2,5 persen para guru yang diprioritaskan untuk pendidik dan tenaga kependidikan yang mendapatkan bantuan RTLH semua jenjang,” ujarnya.

Baca Juga: Menuju GW Jawa Tengah, SMAN 1 Karangkobar Banjarnegara Genjot Persiapan Fisik dan Mental Peserta

Lebih jauh pihaknya juga berharap program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut dapat diperluas untuk masyarakat.

“Terima kasih untuk solidaritas teman-teman guru, semoga ini menjadikan manfaat yang tiada putus serta mempererat jalinan persaudaraan dalam ikatan PGRI Banjarnegara,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut Camat Mandiraja Anang Sutanto mengapresiasi langkah dan peran PGRI Banjarnegara dalam upaya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah kecamatan Mandiraja. 

"Saya sangat senang kalau PGRI yang mengelola, tidak mungkin dananya dipotong atau disunat,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, realisasi anggaran RTLH yang bertambah dari pagu dana bantuan marupakan bukti nyata peran PGRI hadir dan ada untuk masyarakat.

“Yang sudah-sudah pasti dana 15 juta realisasinya tambah banyak karena kepedulian anggota PGRI sangat besar untuk kegiatan sosial," puji Anang.**Alw

Load More