PURWOKERTO.SUARA.COM - Kegiatan Pramuka saat ini telah menjadi kegiatan ekstrakuler wajib bagi peserta didik di sekolah.
Berbagai upaya akselerasi serta inovasi tentunya terus dilakukan oleh Gugus Depan untuk mendukung proses pembinaan generasi muda bangsa agar menjadi terdepan dan berkualitas.
Salah satunya yakni dengan menggelar Bimbingan Teknis atau Bimtek tentang pengelolaan Gugus Depan.
Seperti yang dilakukan oleh Gugus Depan SMPN 2 Karangkobar yang terus mengupgrade guru dan pembina Pramuka dalam Bimtek pengelolaan Gugus Depan pada 5-8 September 2023 kemarin.
Kepala SMPN 2 Karangkobar selaku Kamabigus Siti Rumiyati mengatakan, Bimbingan teknis pengelola Gugus Depan diikuti oleh seluruh guru di lingkungan sekolah.
"Bimtek ini sekaligus memperjelas dan mempertajam tentang berbagai ilmu, pengetahuan dan kompetensi guru serta pembina Pramuka perihal tata kelola Gudep untuk lebih baik," ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, pihaknya mengandeng pelatih dan instruktur dari Pusdiklatcab Banjarcahyana Kwarcab Banjarnegara untuk suksesi kegiatan.
"Kami datangkan langsung para pakar dan ahlinya, dengan harapan peserta Bimtek langsung dapat berinteraksi serta memperoleh ilmu secara maksimal," lanjutnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Gugus Depan SMPN 2 Karangkobar Eko Isriyanti berharap, Bimtek tersebut dapat membuat para pembina semakin jelas dalam menentukan langkah dan tahapan kegiatan pembinaan di sekolah.
Baca Juga: MTA Gelar Donor Darah Nasional, di Banjarnegara Terkumpul 272 Kantong untuk Kemanusiaan
"Banyak ilmu dan pengetahuan yang kami dapatkan dalam kegiatan ini, tentunya ini memberikan angin segar dan suntikan moral serta motivasi dan semangat untuk semakin maju," ujarnya.
Pihaknya juga berharap, guru dan pembina Pramuka di SMPN 2 Karangkobar dapat menerapkan pengetahuan dan ilmu yang diperoleh sehingga proses pembinaan di Gugus Depan semakin berwarna.
"Ini juga merupakan salah satu upaya menuju Gugus Depan mantab," tegasnya.
Sementara itu Kepala Pusdiklatcab Banjarcahyana Arif Najib Sustiono mengatakan, selain pendidikan dan kursus reguler di Kwartir Cabang, proses pembinaan secara berjenjang terus digaungkan hingga level Gugus Depan.
"Kami siap mengakomodir permintaan Kwaran dan Gugus Depan tentang penyelenggaraan kursus atau Bimtek yg dibutuhkan para pembina," ujarnya.
Hal tersebut menurutnya untuk mendukung terwujudnya tata kelola yang baik serta proses pembinaan generasi muda di Banjarnegara agar berjalan lebih optimal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
Adu Murah Tarif Taksi Blue Bird vs Green SM, Mana yang Jadi Pemenangnya?
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Dramatis dan Emosional, NMIXX Ungkap Misteri Cinta Unik di Lagu Crescendo
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha
-
Tak Sekadar Jejak Pesawat, Contrails Ternyata Berdampak pada Iklim: Kok Bisa?
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui
-
Target 120 Juta Motor Listrik Dinilai Belum Realistis, IESR Soroti Infrastruktur dan Beban Fiskal