PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Ziarah ke makam wali sudah menjadi tradisi di kalangan umat Islam. Dalam ziarah, umat mendoakan arwah yang semasa hidupnya dianggap berjasa bagi penyebaran Islam di bumi nusantara.
Namun fakta miris ketika yang diziarahi adalah makam yang tidak jelas, bahkan terindikasi palsu.
Seperti di puncak Gunung Pawinihan, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara.
Saat mendaki dan sampai puncak, pendaki dikagetkan dengan keberadaan sebuah bangunan di puncak yang berbentuk hamparan hutan bambu.
Bangunan itu dibangun permanen dengan bahan bata herbel. Ada pintu yang menghubungkan tamu ke ruangan di dalamnya.
Ternyata benar, di dalam ruangan itu, terdapat bangunan makam dengan batu nisan.
Entah siapa yang membangun makam di puncak bukit itu. Anto yang merupakan warga sekitar sendiri mengaku tidak mengetahuinya.
Ia pun tidak pernah mendengar di lokasi itu dulunya adalah makam. Bahkan setahunya tidak ada kuburan di puncak makam itu.
Ia pun kaget tiba-tiba ada makam baru di puncak bukit itu.
Baca Juga: Angkut Bantuan Air Bersih, Mobil Pikup Masuk Jurang di Purbalingga
Ada memang sejumlah orang dari luar daerah yang sengaja pergi ke puncak di waktu-waktu tertentu diduga untuk meditasi atau menjalani amalan tertentu.
Apakah ada hubungannya pendirian makam itu dengan ritual orang-orang yang suka berkunjung ke tempat tersebut.
Ada yang mengklaim makam itu adalah tempat bersemayam Mbah Sidamukti, tokoh legenda yang dikenal masyarakat setempat.
Ia pernah mendengar cerita soal ketokohan Mbah Sidamukti di zaman dahulu. Namun warga sendiri tidak bisa memastikan kebenarannya. Pun tidak diketahui dimana lokasi makamnya.
Ia juga tidak pernah mendengar cerita makam Mbah Sidamukti ada di puncak. Karenanya ia meyakini itu adalah makam palsu. Tidak jelas apa motif orang yang sengaja membangun makam di puncak Gunung Pawinihan itu.
Justru dikhawatirkan makam palsu itu diyakini sebagai makam asli dan disalahgunakan hingga menyimpang dari aqidah Islam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global
-
Kim Yun Seok Beraliansi dengan Kim Seon Ho di Drama Politik Fantasi Baru
-
Jangan Asal Perluas! Pemda DIY Tuntut Sistem MBG Dibenahi Total Sebelum Masuk Kampus
-
Dana Rp3,5 Triliun Modal Usaha KUR Mengalir ke Bumi Lampung, Siapa Paling Cuan?
-
Xiaomi Rilis Earphone Jepit Transparan Pertama, Desain Futuristik dengan Finishing Mengkilap
-
Menanti Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Kedungsalam
-
Santri Lawan Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati: Korban dan Saksi Baru Muncul
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Usulan Pahlawan Nasional Sultan HB II Menanti Persetujuan Keraton Yogyakarta hingga Presiden Prabowo
-
Cushion dan Skint Tint Lebih Ringan Mana? Ini 5 Rekomendasi Ternyaman Dipakai Seharian