/
Sabtu, 30 April 2022 | 09:43 WIB
Pixabay.com

Kemacetan horor mendera jalan lintas timur Sumatra khususnya di ruas Palembang - Betung akhir-akhir ini sangat melelahkan bagi pemudik. Macet parah dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan pemudik yang melalui jalur tersebut.

Nah, salah seorang perantau Jakarta asal Sumatra Barat, Aulia, berhasil menghindari titik macet itu, dan lancar jaya berkendara hingga kampung halaman.

Kuncinya menurut Aulia adalah, keluar pintu tol sebelum Palembang. Persisnya pintu tol Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Pintu tol ini berjarak sekitar 39 kilometer sebelum masuk Palembang.

Aulia menceritakan alur jalur yang ia tempuh dari Jakarta ke Padang dengan hasil lancar jaya. Setelah menyeberang selat yang menghubungkan Merak (Jawa) dan Bakauheuni (Sumatra), ia masuk tol Bakauheuni. Ia terus melaju menuju ke arah Palembang.

Namun tidak sampai di pintu tol Palembang, ia memutuskan keluar tol di pintu tol Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. “Saya menghindari jalur ini, sehingga tidak keluar tol di Palembang,” kata Aulia, Rabu (27/4/2021) saat bertemu di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat.

“Saya tidak tahu sebenarnya jalur itu macet. Tapi memperkirakan psikologi massa saja. Mayoritas orang pasti ingin melewati Palembang. Jadi, saya ambil yang tak biasa,” Aulia menambahkan.

Setelah keluar tol dari Indralaya, Aulia mengarahkan kendaraan ke arah jalan lintas tengah Sumatra. Dari Indralaya, terus menuju Kayu Agung, melewati Prabumulih hingga ke Muara Enim. Sampai di Muara Enim, berarti telah di lintas tengah Sumatra.

Jalur tersebut menurutnya, saat dilewati pada Senin (25/4/2021) sangat lancar. “Kondisi jalan juga relatif bagus, hanya sedikit saja yang rusak. Kecepatan kami bisa sampai 90 (km/jam),” tuturnya.

Dari Muara Enim, ke arah Sumatra Barat tinggal melewati Lahat, Tebing Tinggi, Lubuk Linggau, kemudian masuk Sarolangun di wilayah Provinsi Jambi hingga Muaro Bungo. Kemudian masuk ke wilayah Sumbar melalui Kabupaten Dharmasraya.

Bila melalui jalur timur, Aulia tak yakin bisa secepat itu. 

Hingga saat ini, jumlah kendaraan pemudik yang masuk ke wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada momen Lebaran 2022 sudah mulai menunjukkan peningkatan.

Berdasarkan data yang dimiliki Polda Sumatra Barat, pada H-3 Lebaran 2022, sudah ada ribuan kendaraan yang masuk ke Sumbar.

Sementara itu, mayoritas kendaraan pemudik yang masuk ke Sumbar tersebut bernomor polisi atau pelat BM yang merupakan dari Riau.

"Kendaraan kami perkirakan yang masuk (Sumbar) melalui jalur darat di enam pintu antar provinsi sekitar 8 ribu kendaraan," ujar Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Hilman, Jumat (29/4/2022).

Ia menambahkan, bahwa ribuan kendaraan pemudik yang masuk ke Sumbar ini membuat peningkatan volume kendaraan di jalan sekitar 30 persen.

Sementara itu terang Kombes Hilman, hingga siang ini tercatat dua titik kemacetan di wilayah Sumbar.

 
"Sampai hari ini baru terlihat dua titik kemacetan, yang terpanjang berada di Padang Luar diakibatkan pasar tumpah," bebernya.

Titik kemacetan lainnya di Sumbar sebut Kombes Hilman yaitu juga terjadi di wilayah Sijunjung. Tepatnya setelah Muara Kalaban yang diakibatkan adanya perbaikan jembatan.

Kombes Hilman mengharapkan, agar pengerjaan perbaikan jembatan di Sijunjung ini dapat segera rampung.

"Kami sudah berupaya mengantisipasi dengan menurunkan tim urai di sana, diharapkan bisa meminimalisir kemacetan," beber Kombes Hilman. (HM)

Load More