Kemacetan horor mendera jalan lintas timur Sumatra khususnya di ruas Palembang - Betung akhir-akhir ini sangat melelahkan bagi pemudik. Macet parah dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan pemudik yang melalui jalur tersebut.
Nah, salah seorang perantau Jakarta asal Sumatra Barat, Aulia, berhasil menghindari titik macet itu, dan lancar jaya berkendara hingga kampung halaman.
Kuncinya menurut Aulia adalah, keluar pintu tol sebelum Palembang. Persisnya pintu tol Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Pintu tol ini berjarak sekitar 39 kilometer sebelum masuk Palembang.
Aulia menceritakan alur jalur yang ia tempuh dari Jakarta ke Padang dengan hasil lancar jaya. Setelah menyeberang selat yang menghubungkan Merak (Jawa) dan Bakauheuni (Sumatra), ia masuk tol Bakauheuni. Ia terus melaju menuju ke arah Palembang.
Namun tidak sampai di pintu tol Palembang, ia memutuskan keluar tol di pintu tol Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. “Saya menghindari jalur ini, sehingga tidak keluar tol di Palembang,” kata Aulia, Rabu (27/4/2021) saat bertemu di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat.
“Saya tidak tahu sebenarnya jalur itu macet. Tapi memperkirakan psikologi massa saja. Mayoritas orang pasti ingin melewati Palembang. Jadi, saya ambil yang tak biasa,” Aulia menambahkan.
Setelah keluar tol dari Indralaya, Aulia mengarahkan kendaraan ke arah jalan lintas tengah Sumatra. Dari Indralaya, terus menuju Kayu Agung, melewati Prabumulih hingga ke Muara Enim. Sampai di Muara Enim, berarti telah di lintas tengah Sumatra.
Jalur tersebut menurutnya, saat dilewati pada Senin (25/4/2021) sangat lancar. “Kondisi jalan juga relatif bagus, hanya sedikit saja yang rusak. Kecepatan kami bisa sampai 90 (km/jam),” tuturnya.
Dari Muara Enim, ke arah Sumatra Barat tinggal melewati Lahat, Tebing Tinggi, Lubuk Linggau, kemudian masuk Sarolangun di wilayah Provinsi Jambi hingga Muaro Bungo. Kemudian masuk ke wilayah Sumbar melalui Kabupaten Dharmasraya.
Bila melalui jalur timur, Aulia tak yakin bisa secepat itu.
Hingga saat ini, jumlah kendaraan pemudik yang masuk ke wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada momen Lebaran 2022 sudah mulai menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan data yang dimiliki Polda Sumatra Barat, pada H-3 Lebaran 2022, sudah ada ribuan kendaraan yang masuk ke Sumbar.
Sementara itu, mayoritas kendaraan pemudik yang masuk ke Sumbar tersebut bernomor polisi atau pelat BM yang merupakan dari Riau.
"Kendaraan kami perkirakan yang masuk (Sumbar) melalui jalur darat di enam pintu antar provinsi sekitar 8 ribu kendaraan," ujar Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Hilman, Jumat (29/4/2022).
Ia menambahkan, bahwa ribuan kendaraan pemudik yang masuk ke Sumbar ini membuat peningkatan volume kendaraan di jalan sekitar 30 persen.
Berita Terkait
-
Jelang Idul Adha, Stasiun Pasar Senen Dipadati Penumpang Kereta Jarak Jauh
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
-
Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik
-
Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen
-
Realisasi Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Lampaui Target Pemerintah
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
-
Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik
-
Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?
-
Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur
-
IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen
-
Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan