RanahSuara- Marcel Radhival atau dikenal dengan Pesulap Merah belakangan ini menyita perhatian publik, lantaran gencar membongkar penipuan yang dilakukan oleh dukun berkedok agama, membodohi kliennya demi memperkaya diri
Salah satu pembongkaran yang banyak menyita perhatian publik, yaitu membongkar padepokan Gus Samsudin dukun berkedok agama
Berdasarkan peristiwa tersebut, Pesulap Merah pun semakin dikenal publik, berkat kontennya yang membongkar penipuan yang dilakukan oleh dukun yang berkedok agama, hingga diundang menjadi bintang tamu dibeberapa acara. Dilansir dari jaringan Suara.com Kamis, (4/8/2022)
Baru baru ini, Pesulap Merah viral dengan unggahan videonya tentang santet, dimana ia mengatakan santet cuma ada dua metode, racun dan psikologi. Namun unggahan tersebut menyita perhatian salah satu pengguna akun tiktok @abutakeru0
Dikutip dari akun instagram @abutakeru0, ia mengapresiasi apa yang dilakukan Pesulap Merah yaang membongkar padepokan dukun palsu
"Mas Marcel, izinkan saya mengkritisi anda yang pertama, sungguh saya mengapresiasi dan sangat seneng banget, dengan apa yang anda lakukan kemarin, yaitu membongkar kedok dukun palsu, yang mana banyak ustadz yang tidak bisa melakukan hal tersebut. Semoga Allah memberikan pahala kepada Mas Marcel atau Pesulap Merah," tuturnya
Tidak hanya itu, Abu Takeru juga mengkritik pernyataan Pesulap Merah yang mengatakan tidak adanya santet gaib.
"Tapi apresiasi saya tidak menghalangi saya untuk mengkritik anda, karna ini adalah kritikan yang insyaallah sebagai bentuk cinta sebagai sesama muslim," ungkapnya
"Oke, tadi di video Anda menyatakan bahwasanya santet itu cuma ada dua, yaitu dengan menggunakan racun atau ramuan atau sebagianya, dan juga dengan tekanan psikologi. Untuk masalah tekanan psikologi itu bener, itu dibahas dari sisi ilmu psikologinya," ucapnya
"Untuk masalah ramuan-ramuan atau dikasih benda tertentu ini pun bener, Imam Syafi'i pun menyampaikan bahwasanya diantara sirih ada yang dengan menggunakan ramuan, tanaman yang ibaratnya kalau ganja aja bisa bikin orang halu kan berarti ada dong tanaman-tanaman yang bisa memberi efek-efek seperti itu," ucapnya.
"Tapi Anda bilang di video tersebut juga bahwasannya gak ada santet yang sifatnya gaib, nah ini yang harus saya kritisi. Sihir itu ada dan kita wajib percaya, mungkin kebanyakan salah paham dengan statement 'gak boleh percaya sihir, sihir itu musyrik, sihit itu kafir harus dirinci mempraktekkan sihir itu kafir, itu syirik, betul, tapi percaya adanya sihir itu wajib." lanjutnya
Kemudian Abu Takeru juga menjelaskan bagaimana adanya sihir, dengan fakta-fakta yang dilandasi dengan ayat-ayat Alquran. Kata dia, Allah menyampaikan tentang adanya pelet, adanya santet lewat Nabi SAW.
Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah disihir, pernah disantet, dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim dan beliau kena santet ini tidak mengurangi kemuliaan beliau sama sekali.
"Ini untuk menunjukan bahwasannya kemuliaan bukan pada kebal. Beliau terkena santet tapi beliau mulia dengan ini. Dan takdir Allah beliau kena santet adalah untuk mengajarkan kita bagaimana kalau seandainya kita kena santet. Nabi SAW disantet oleh Yahudi bernama Nabib Bin Aksam dan si Yahudi ini menyantet Nabi SAW dengan mengambil rambut beliau," ungkapnya
"Jadi yang dijadikan buhul kemudian dijadikan bahan untuk menyakiti Nabi SAW adalah dari rambut beliau. Di Surat Al-Baqarah ayat 102 Allah berfirman ada tentang masalah pelet dan juga penyihir yang bisa memisahkan antara suami dengan istrinya, dengan bantuan setan dan banyak hadits-hadits lainnya," ungkap Abu Takeru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati