/
Senin, 15 Agustus 2022 | 13:53 WIB
Kondisi tiang listrik dan sawah di Nagari Garabak Data usai diterjang banjir bandang. (BPBD Kabupaten Solok)

RanahSuara.id - Sekitar 60 hektare sawah milik warga Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) gagal panen.

Hal ini disebabkan karena daerah tersebut diterjang banjir bandang yang terjadi pada Minggu (14/8/2022) sekitar pukul 18.00 WIB. Lokasi sawah persis berada di aliran sungai.

“Area persawahan rata dengan air dan warga mengalami gagal panen. Soal kerugian, ditaksir sekitar Rp300 juta,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Armen, Senin (15/8/2022).

Ia menduga, banjir tersebut terjadi karena adanya pendangkalan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Saat ini ungkapnya, tim dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum (PU) termasuk BWS V melakukan pengkajian mengenai penyebab banjir tersebut.

“Selain melakukan pengkajian, tujuan lain tim gabungan ke sana juga untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan, baik penanggulangan maupun pemberian bantuan pasca banjir,” bebernya.

Armen menambahkan, selain menerjang sawah, banjir ini juga berdampak tergenangnya lima unit rumah warga yang berada di pinggir sungai.

Ia mengungkapkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini.

“Jadi yang digenangi banjir adalah rumah yang berada di pinggir sungai. Selain itu, sebanyak delapan tiang listrik roboh, menyebabkan aliran listrik sampai saat ini masih padam,” bebernya. (Irwanda Saputra)

Baca Juga: Menko PMK Serahkan Bendera Estafet Penyelenggaraan IOI 2023 kepada Hungaria

Load More