/
Kamis, 12 Januari 2023 | 10:37 WIB
Gunung Kerinci erupsi. (magma.esdm.go.id)

Ranah.co.id - Gunung Kerinci kembali erupsi pada Kamis (12/1/2023) pukul 06.20 WIB. Gunung yang berada di dua provinsi, Sumatera Barat dan Jambi ini, menyemburkan abu vulkanis setinggi 600 meter.

Semburan abu vulkanis ini lebih rendah dibanding letusan pada Rabu (11/1/2023). Dimana pada 11 Januari 2023 tersebut tinggi kolom abu teramati ± 900 meter.

"Telah terjadi erupsi Gunung Kerinci pada tanggal 12 Januari 2023 pukul 06.20 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 4.405 m di atas permukaan laut)," ungkap petugas Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci, Irwan Syafwan dikutip dari SuaraSumbar.id pada Kamis (12/1/2023).

Ia menambahkan bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut dan timur.

Erupsi ini terangnya, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 2 mm dan durasi sementara ini ± 13 menit 20 detik. Seismogram terekam tremor menerus dengan amplitudo 1-4 dominan 2.

"Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," bebernya.

Saat ini, Gunung Kerinci masih berada pada status level II atau waspada. Masyarakat di sekitar Gunung Kerinci dan pengunjung/wisatawan dilarang mendaki kawah yang ada di puncak gunung di dalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius bahaya/KRB III).

Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.

Baca Juga: Obituari: Jeff Beck, Hot Rodder dan Gitarisnya Para Pemain Gitar Itu Telah Pergi dalam Damai

Load More