Ranah.co.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengharapkan agar Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 pada 2027 nanti dapat digelar di wilayah Sumbar.
Harapan itu disampaikan Mahyeldi saat pengukuhan pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar periode 2022-2027 di Padang, Minggu (12/2/2023) lalu.
“Pemerintah selalu bersama Muhammadiyah dan siap mendukung seluruh program Muhammadiyah khususnya Muktamar ke-49 karena Muhammadiyah telah banyak berbuat untuk umat dan bangsa,” ujar Mahyeldi dikutip dari situs muhammadiyah.or.id pada Selasa (14/2/2023).
Harapan agar Muktamar ke-49 digelar di Sumbar terang Mahyeldi, karena memori sejarah tumbuhnya Persyarikatan Muhammadiyah yang banyak disokong oleh tokoh-tokoh dari masyarakat Minangkabau.
Mahyeldi pun berharap kejayaan Muhammadiyah pada Muktamar tahun 1975 akan bisa diaplikasikan pada tahun 2027 dengan semangat “Mambangkik Batang Tarandam” melalui Muktamar.
Pepatah itu sendiri memiliki arti “membangkitkan kembali marwah yang telah lama terabaikan karena suatu keadaan.”
“Ayo kita rajut dan soliditas, saya yakin Muhammadiyah lahir di Yogyakarta dan dibesarkan orang Sumbar bisa kembali terwujud,” bebernya.
Meski sekadar harapan, dirinya mengaku bahwa masyarakat Sumbar akan siap mendukung jika Muktamar nanti benar-benar digelar di wilayah Sumbar.
Pemerintah terang Mahyeldi, siap membantu Muktamar sepertiga, selebihnya Muhammadiyah, dan pengusaha.
“Untuk muktamar kita tidak perlu menunggu keputusan dari PP Muhammadiyah, yang terpenting kita bersiap karena mereka melihat kesiapan kita,” ucap Mahyeldi.
Kepada pengurus PWM Sumbar yang baru, Mahyeldi mengharapkan nantinya dapat lebih bersinergi dengan Pemprov Sumbar. Terutama di bidang sosial kemasyarakatan dan pendidikan.
Ketua PWM Sumbar, Bakhtiar mengungkapkan akan mengembalikan pusat pengkaderan organisasi Islam tersebut kepada masjid.
“Kita fokus melakukan konsolidasi ideologi dan organisasi yang terus dimantapkan melalui Darul Arqom PWM-PWA Sumbar,” bebernya.
Menurut dia pusat pengkaderan akan dikembalikan ke Masjid Taqwa serta konsolidasi pengembangan ekonomi dan AUM. Dalam periode kepemimpinan, pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) akan terus menjadi sorotannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
ADVAN Hadirkan ADVAN V11 dan AIGEN Ultra T di AGRES.ID Karnaval Gadget Yogyakarta
-
Ulasan Film Rumah Singgah: Cerita Mengharukan tentang Kasih dan Pengorbanan
-
Antrean Mengular di SPBU Bali, Ini Janji Pertamina
-
Gagal Panen Meluas! BI Ungkap Ancaman Nyata El Nino ke Ekonomi Sulsel
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen