Suara.com - Mudik adalah tradisi tahunan yang tak bisa dipisahkan dengan momen jelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini telah ada sejak lama dan memiliki sejarah panjang sejak jaman kolonial.
Melansir NUonline, Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok, Jawa Barat, Romo Donny S Ranoewidjojo, menjelaskan bahwa mudik muncul seiring dengan fenomena urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mencari peluang ekonomi yang lebih baik.
Istilah "mudik" sendiri berasal dari kata "udik" yang berarti "sumber" atau "asal". Hal ini merepresentasikan makna mudik sebagai kembali ke kampung halaman, tempat asal keluarga dan leluhur.
Tradisi ini semakin menguat di era modern, di mana banyak orang merantau ke kota untuk mencari penghidupan. Lebih dari sekadar momen berkumpul bersama keluarga, mudik memiliki makna spiritual yang mendalam.
Lebaran menjadi waktu untuk kembali ke fitrah, "sumber mata air kehidupan", dan bersilaturahmi dengan handai taulan serta sanak famili. Puncaknya adalah sungkem pada orang tua dan sesepuh keluarga sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih.
Baca juga:
Tiga Lokasi Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Batam
Meriahkan Idul Fitri, Ini Jadwal dan Lokasi Pawai Takbir di Batam
Sejarah mudik dimulai di zaman kolonial
Tradisi mudik di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan Lebaran, mulai marak sejak zaman kolonial dan semakin semarak setelah kemerdekaan.
Pada masa kolonial Belanda, banyak penduduk desa yang bermigrasi ke kota untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Hal ini menyebabkan kesenjangan sosial dan ekonomi antara desa dan kota.
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, pemerintah Hindia Belanda menerapkan kebijakan cuti Lebaran bagi para pegawai negeri.
Kebijakan ini memungkinkan mereka untuk kembali ke kampung halaman dan mengunjungi keluarga mereka di desa.
Seiring waktu, tradisi mudik tidak hanya diikuti oleh para pegawai negeri, tetapi juga oleh masyarakat luas
Mudik menjadi bukti bahwa meskipun banyak orang merantau ke kota, kampung halaman tetap memiliki tempat istimewa di hati mereka.
Berita Terkait
-
Berencana Mudik Lebaran Bareng Keluarga Naik Kendaraan Listrik, Ini Tips Agar Tetap Nyaman dan Aman
-
Tol Bocimi Longsor Jelang Musim Mudik, PVMBG: Lokasi Tanah Rentan
-
Mudik Lebaran 2024 Aman dan Nyaman, Ikuti Tips dari Polisi
-
Hati-hati Melintas! Ini 20 Titik Rawan Kecelakaan dan Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2024 Banten
-
Jadwal Ganjil Genap Mudik Lebaran Terbaru, Nekat Melanggar Siap-siap Denda Rp500 Ribu!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Nyai Hj. Hindun Susilowati, Sosok Pengasuh Ponpes Al Muayyad Solo Wafat
-
Update Besaran Zakat Fitrah 2026, Nominal Uang dan Beras
-
Doa Spesifik Hari Kelima Ramadan: Peningkatan Istighfar dan Kesalehan
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup