Religi / Serba-serbi
Kamis, 04 April 2024 | 12:29 WIB
ilustrasi Mudik dengan transportasi umum (unsplash/Jalal Kelink)

Suara.com - Mudik adalah tradisi tahunan yang tak bisa dipisahkan dengan momen jelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini telah ada sejak lama dan memiliki sejarah panjang sejak jaman kolonial.

Melansir NUonline, Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok, Jawa Barat, Romo Donny S Ranoewidjojo, menjelaskan bahwa mudik muncul seiring dengan fenomena urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mencari peluang ekonomi yang lebih baik.

Istilah "mudik" sendiri berasal dari kata "udik" yang berarti "sumber" atau "asal". Hal ini merepresentasikan makna mudik sebagai kembali ke kampung halaman, tempat asal keluarga dan leluhur.

Tradisi ini semakin menguat di era modern, di mana banyak orang merantau ke kota untuk mencari penghidupan. Lebih dari sekadar momen berkumpul bersama keluarga, mudik memiliki makna spiritual yang mendalam.

Lebaran menjadi waktu untuk kembali ke fitrah, "sumber mata air kehidupan", dan bersilaturahmi dengan handai taulan serta sanak famili. Puncaknya adalah sungkem pada orang tua dan sesepuh keluarga sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih.

Baca juga:

Tiga Lokasi Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Batam

Meriahkan Idul Fitri, Ini Jadwal dan Lokasi Pawai Takbir di Batam

Sejarah mudik dimulai di zaman kolonial

Tradisi mudik di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan Lebaran, mulai marak sejak zaman kolonial dan semakin semarak setelah kemerdekaan.

Pada masa kolonial Belanda, banyak penduduk desa yang bermigrasi ke kota untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Hal ini menyebabkan kesenjangan sosial dan ekonomi antara desa dan kota.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, pemerintah Hindia Belanda menerapkan kebijakan cuti Lebaran bagi para pegawai negeri.

Kebijakan ini memungkinkan mereka untuk kembali ke kampung halaman dan mengunjungi keluarga mereka di desa.

Seiring waktu, tradisi mudik tidak hanya diikuti oleh para pegawai negeri, tetapi juga oleh masyarakat luas

Mudik menjadi bukti bahwa meskipun banyak orang merantau ke kota, kampung halaman tetap memiliki tempat istimewa di hati mereka.

Load More