Suara.com - Erina Gudono dan suaminya Kaesang Pangarep tuai hujatan karena dianggap memamerkan kemewahan dan kekayaan di tengah ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia. Memangnya bagaimana hukum pamer kemewahan di media sosial menurut Islam?
Netizen meradang melihat postingan Erina Gudono dan Kaesang Pangarep yang tengah menghabiskan waktu di Amerika Serikat. Keduanya diketahui makan roti seharga Rp 400 ribu hingga belanja stroller bayi seharga ratusan juta rupiah, di tengah gelombang protes yang terjadi di Indonesia.
Mengutip laman resmi Kementerian Agama RI, pamer kemewahan termasuk perbuatan yang dilarang dan dianggap sebagai akhlak tercela yang tidak disukai oleh Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah anugerah dari Allah yang sepatutnya disyukuri, bukan untuk dipamerkan atau dibanggakan di hadapan orang lain.
Pamer kekayaan hanya menimbulkan kesombongan dan merendahkan orang lain, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Sebagaimana ditegaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 264:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah SWT dan di hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai satu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.”
Ayat ini memperingatkan kita bahwa amal yang dilakukan dengan niat pamer (riya) hanya akan menghilangkan pahala amal tersebut, seperti tanah yang terhempas dari batu saat hujan deras.
Larangan Kesombongan dan Pamer Kekayaan dalam Hadis Nabi
Rasulullah SAW juga melarang umatnya untuk berbuat sombong, terutama dengan memamerkan kekayaan atau kemewahan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud, Nabi bersabda:
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi. Ada seseorang yang bertanya: Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus? Beliau menjawab: Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”
Baca Juga: Adab UAS Naik Private Jet Jadi Sorotan: Dia Pakai Uang Halal Bukan Haram
Hadis ini menegaskan bahwa pamer kemewahan, yang sering kali berujung pada kesombongan, adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT.
Tidak hanya pamer kekayaan, bahkan ibadah yang dilakukan dengan tujuan pamer dapat menghilangkan pahala dari ibadah tersebut. Allah SWT hanya menerima ibadah yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata untuk mencari ridho-Nya, bukan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari manusia.
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Iqna’ menegaskan:
"Pamer (riya) dapat menghilangkan pahala secara mutlak, berdasarkan firman Allah dalam hadis Qudsi, 'Aku tidak butuh untuk disekutukan. Barang siapa yang beramal dengan menyekutukan-Ku di dalamnya, maka Aku terbebas darinya. Dia menjadi milik perkara yang ia jadikan sekutu'."
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa pamer, baik itu pamer kemewahan atau pamer ibadah, adalah akhlak tercela yang tidak disukai oleh Allah SWT. Islam mengajarkan kita untuk bersikap rendah hati dan selalu mengingat bahwa segala yang kita miliki adalah titipan dari-Nya, yang seharusnya digunakan untuk kebaikan, bukan untuk menimbulkan kesombongan atau merendahkan orang lain.
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari ajaran ini dan selalu berusaha untuk menjaga keikhlasan dalam setiap perbuatan kita, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan