Suara.com - Peristiwa Isra Miraj memiliki makna penting bagi umat Islam, terutama terkait dengan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa.
Di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, yang menandai kedudukan Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam sebelum Ka'bah.
Masjidil Haram diketahui sebagai tempat awal perjalanan, melambangkan pusat ibadah dan keagamaan umat Islam.
Sementara, Masjidil Aqsa menjadi tempat singgah sebelum Nabi Muhammad melanjutkan ke Sidratul Muntaha, menegaskan kedudukan masjid ini dalam sejarah dan spiritualitas Islam.
Peristiwa ini juga menekankan pentingnya salat, yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT selama Mi'raj. Lantas seberapa jauh jarak Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa? Berikut ulasannya.
Jarak antara Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, Palestina, memiliki nilai yang bervariasi tergantung pada sumber yang digunakan.
Secara umum, jarak ini diperkirakan sekitar 1.500 km (sekitar 932 mil) menurut beberapa sumber yang menyebutkan perjalanan Nabi Muhammad SAW selama Isra Miraj.
Sementara bla diukur dengan alat modern seperti Google Earth, jarak Masjidil Aqsa dan Masjidil Haram berkisar 767 mil (sekitar 1235 km).
Jarak ini juga dikaitkan dengan sejumlah ayat dalam Al-Qur'an, menciptakan hubungan numerik antara jarak fisik dan teks suci.
Rincian Jarak
- Jarak dengan berjalan kaki: Jika ditempuh dengan berjalan kaki, perjalanan ini bisa memakan waktu hingga 40 hari.
- Jarak dengan kendaraan: Menggunakan kendaraan modern, perjalanan ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 15 jam.
Konteks Sejarah
Kedua masjid ini memiliki makna yang sangat penting dalam sejarah Islam. Masjidil Haram adalah tempat suci utama bagi umat Islam dan merupakan kiblat pertama sebelum kiblat dialihkan ke Ka'bah.
Masjidil Aqsa juga memiliki sejarah yang kaya dan merupakan lokasi di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam yang terkenal, Isra Miraj.
Dengan demikian, meskipun ada perbedaan dalam pengukuran jarak, baik 1500 km maupun 767 mil, keduanya menunjukkan betapa pentingnya kedua lokasi ini dalam konteks spiritual dan sejarah Islam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana