Suara.com - Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Kejadian ini terjadi pada malam hari, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, dan sering kali menimbulkan pertanyaan mengapa Isra Miraj terjadi pada malam hari?
Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Isra), lalu naik ke langit untuk bertemu dengan Allah (Miraj). Perjalanan ini berlangsung dalam waktu yang sangat singkat dan menjadi bukti kekuasaan Allah.
Mengutip dari NU Online, Ustadz M Alvin Nur Choironi menjelaskan 9 alasan khusus yang dikutip dari Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab "Al-Ayatul Kubra fi Syarhi Qisshatil Isra" tentang pemilihan waktu malam untuk terjadinya peristiwa Isra Miraj. Berikut ulasan selengkapnya.
1. Waktu yang Tepat untuk Menyepi dan Beribadah
Malam dianggap sebagai waktu yang paling tepat untuk melakukan khalwah (menyepi) dan beribadah secara khusus., sebagai upaya meningkatkan amalan tanpa gangguan. Keheningan malam memungkinkan seseorang untuk lebih fokus dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, yang menjadikan malam sebagai waktu yang penuh berkah.
2. Waktu yang Berhubungan dengan Kewajiban Shalat
Dalam Surat Al-Muzammil ayat 2, Allah berfirman: "Qumil-laila illâ qalîlâ", yang artinya memerintahkan umat Islam untuk berdiri (untuk shalat) pada malam hari. Ini berarti bahwa malam merupakan waktu yang sangat penting untuk melaksanakan kewajiban ibadah, khususnya shalat.
Isra Miraj yang terjadi pada malam hari memberikan penegasan tentang pentingnya ibadah malam sebagai bagian dari ajaran Islam.
Baca Juga: Sejarah NU: Bukan KH Hasyim As'ari, Sosok Ini yang Cetuskan Nama Nahdlatul Ulama
3. Ujian Keimanan terhadap Hal-hal Ghaib
Peristiwa Isra Miraj juga merupakan ujian bagi umat Islam, khususnya dalam hal keimanan terhadap perkara ghaib yang tidak dapat dicapai oleh akal manusia, seperti perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit.
Pada saat itu, umat muslim diuji sejauh mana mereka percaya kepada wahyu dan risalah Nabi, sementara orang-orang kafir diuji apakah mereka tetap ingkar atau beriman kepada kebenaran yang dibawa oleh Nabi.
4. Malam Dianggap sebagai Waktu yang Mulia
Imam Jalaluddin As-Suyuthi juga menyebutkan bahwa malam memiliki kemuliaan tersendiri, karena banyak peristiwa besar dalam sejarah umat Islam yang terjadi pada waktu malam, seperti peristiwa Isra Miraj.
Pendapat ini juga menanggapi pandangan filsuf yang menganggap malam sebagai waktu yang hina, dengan menegaskan bahwa justru banyak kebaikan dan keistimewaan yang hadir pada waktu malam. Ini menjadikan malam sebagai waktu yang sangat istimewa dalam Islam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Nyai Hj. Hindun Susilowati, Sosok Pengasuh Ponpes Al Muayyad Solo Wafat
-
Update Besaran Zakat Fitrah 2026, Nominal Uang dan Beras
-
Doa Spesifik Hari Kelima Ramadan: Peningkatan Istighfar dan Kesalehan
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup