Selebtek.suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Djulhijjah jatuh pada tanggal 1 Juli, sehingga dipastikan perayaan Idul Adha 2022 dilaksanakan tanggal 10 JUli mendatang.
Nah, bicara bulan Djulhillah, ada beberapa amalan sunnah yang bisa dilaksanakan seperti puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, puasa Arafah, dan puasa Ayyamul Bidh. Keempat puasa ini memiliki pahala yang luar biasa.
Lantas kapan pelaksanaan pastinya?
Sebelum menjelaskan waktu pelaksanaannya, yang harus kalian ingat jadwal puasa sunnah di bulan Dzulhijjah akan merujuk ke kalender Hijriyah. Artinya, pengguna kalender masehi harus menyesuaikannya.
Puasa ini dilaksanakan pada hari-hari pertama bulan Djulhijjah dan dilaksanakan sebelum Hari Raya Idul Adha yang dimulai sejak tanggal 1-9 Dzulhijjah, termasuk pada hari tarwiyah dan hari arafah. Jadwal puasa Dzulhijjah 1443 H dimulai pada 1-7 Dzulhijjah atau 1-7 Juli 2022.
Puasa Tarwiyah
Puasa ini dilaksanakan pada hari Tarwiyah yang jatuh pada dua hari sebelum pelaksanaan Idul Adha. Sehingga Puasa Tarwiyah bilaksanakan pada 8 Djulhijjah atau tanggal 8 Juli 2022.
Puasa Arafah
Baca Juga: Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia Dinilai Strategis untuk Pulihkan Ekonomi Global
Puasa Arafah dilakukan pada hari Arafah, sehari sebelum perayaan Idul Adha. Jadwal Puasa Arafah ini jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, atau tepatnya pada tanggal 9 Juli 2022.
Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah yang dilakukan setiap pertengahan bulan Hijriah yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 Dzulhijjah 1443 Hijriah. Namun pada 13 Dzulhijjah atau 13 Juli 2022, puasa Ayyamul Bidh tidak dapat dilakukan. Pasalnya, pada hari tersebut termasuk bagian hari tasyrik. Merujuk pada kalender Hijriyah, maka puasa Ayyamul Bidh bulan ini jatuh di tanggal 14 dan 15 Juli 2022.
Selain puasa-puasa yangdisebutkan di atas ada hari dimana seseorang diharamkan untuk berpuasa, hari-hari tersebut disebut hari Tasrik, yakni tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha. Saat itu para jamaah yang menunaikan haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah.
Hari Tasrik juga dikenal sebagai hari menikmati makanan dan minuman setelah berkurban, sehingga pada tiga hari ini diharamkan berpuasa. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW:
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah", (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini
-
Link Lowongan Kerja Manajer Kopdes Merah Putih 2026: Ada 30.000 Formasi
-
Arti Warna 4 Level Nutrisi Minuman Tinggi Gula, Garam, dan Lemak: Ini Cara Bacanya!
-
Bawa Anak SMP ke Rumah untuk Dicabuli, Tukang Ojek Lansia Digeruduk Warga
-
Tragis! Gagal Salip Bus, Pemotor di Jakarta Barat Tewas Terlindas di Flyover Pesing
-
Zulhas Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027 Meski Ada Ancaman El Nino Godzilla
-
12 Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Ada Balita 2 Tahun
-
Flakes Off, Confidence On! lavojoy Upgrade Cara Merawat Scalp Tanpa Drama Ketombe
-
5 HP Honor 5G Terbaru, Performa Andal untuk Multitasking dan Produktivitas
-
Respons Arahan Presiden, BGN Segera Operasikan 900 SPPG untuk Jangkau Daerah Terpencil