News / Nasional
Kamis, 16 April 2026 | 12:30 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menyebutkan pihaknya akan segera mengoperasikan 900 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional akan segera mengoperasikan 900 dapur MBG di wilayah terpencil seluruh Indonesia dalam satu bulan ke depan.
  • Program ini bertujuan memenuhi hak gizi layak bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat kurang mampu.
  • Langkah strategis tersebut merupakan respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar program difokuskan kepada kelompok yang membutuhkan.

Suara.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyebutkan pihaknya akan segera mengoperasikan 900 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil.

Upaya itu sekaligus merespons arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta program MBG difokuskan kepada kelompok kurang gizi dan masyarakat kurang mampu.

Sony menegaskan bahwa pada prinsipnya program MBG ditujukan untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak, terutama kelompok rentan.

“Makan bergizi adalah hak seluruh anak Indonesia,” kata Sony usai acara satu tahun MBG untuk pemberdayaan masyarakat di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Dalam upaya pemerataan akses, BGN masih menyiapkan pengoperasian sekitar 900 SPPG yang akan difokuskan pada wilayah terpencil.

Sony mengatakan, wilayah terpencil tidak hanya berada di daerah perbatasan, tetapi juga terdapat di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Ia mencontohkan salah satu wilayah di Jawa Barat yang masih menghadapi keterbatasan akses, yakni Kecamatan Rongga di Kabupaten Bandung Barat.

“Bahkan di Jawa Barat pun ada satu kecamatan, kalau tidak salah di Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Rongga, itu daerahnya yang susah,” ujarnya.

Menurut Sony, ratusan SPPG tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Aktivitas petugas di dapur SPPG Harapan Mulia I, Kemayoran, Jakarta Pusat. [Istimewa]

“Sekarang kami sudah siap mengoperasionalkan kurang lebih 900 SPPG pada daerah terpencil. Insya Allah mungkin tidak lebih dari satu bulan sudah siap operasional,” kata dia.

Ia menjelaskan, sasaran utama program MBG pada prinsipnya mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik. Kelompok tersebut dinilai sebagai prioritas dalam upaya pemenuhan gizi nasional.

Meski demikian, Sony menyebut implementasi di lapangan tidak dapat langsung sepenuhnya diarahkan hanya pada kelompok tertentu. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan program yang melibatkan berbagai mitra.

“Oleh karena itu kita tanamkan betul mindset bahwa anak Indonesia semuanya harus mendapatkan makanan yang bergizi. Lalu di dalam pelaksanaannya, karena ini keterlibatan mitra, maka tidak bisa langsung harus kepada kelompok yang ini dulu,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengarahkan agar pelaksanaan program MBG lebih difokuskan pada kelompok masyarakat yang mengalami kekurangan gizi serta berasal dari keluarga kurang mampu, guna memastikan program berjalan tepat sasaran.

Load More