- Badan Gizi Nasional akan segera mengoperasikan 900 dapur MBG di wilayah terpencil seluruh Indonesia dalam satu bulan ke depan.
- Program ini bertujuan memenuhi hak gizi layak bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat kurang mampu.
- Langkah strategis tersebut merupakan respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar program difokuskan kepada kelompok yang membutuhkan.
Suara.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyebutkan pihaknya akan segera mengoperasikan 900 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil.
Upaya itu sekaligus merespons arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta program MBG difokuskan kepada kelompok kurang gizi dan masyarakat kurang mampu.
Sony menegaskan bahwa pada prinsipnya program MBG ditujukan untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak, terutama kelompok rentan.
“Makan bergizi adalah hak seluruh anak Indonesia,” kata Sony usai acara satu tahun MBG untuk pemberdayaan masyarakat di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Dalam upaya pemerataan akses, BGN masih menyiapkan pengoperasian sekitar 900 SPPG yang akan difokuskan pada wilayah terpencil.
Sony mengatakan, wilayah terpencil tidak hanya berada di daerah perbatasan, tetapi juga terdapat di sejumlah daerah di Pulau Jawa.
Ia mencontohkan salah satu wilayah di Jawa Barat yang masih menghadapi keterbatasan akses, yakni Kecamatan Rongga di Kabupaten Bandung Barat.
“Bahkan di Jawa Barat pun ada satu kecamatan, kalau tidak salah di Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Rongga, itu daerahnya yang susah,” ujarnya.
Menurut Sony, ratusan SPPG tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
“Sekarang kami sudah siap mengoperasionalkan kurang lebih 900 SPPG pada daerah terpencil. Insya Allah mungkin tidak lebih dari satu bulan sudah siap operasional,” kata dia.
Ia menjelaskan, sasaran utama program MBG pada prinsipnya mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik. Kelompok tersebut dinilai sebagai prioritas dalam upaya pemenuhan gizi nasional.
Meski demikian, Sony menyebut implementasi di lapangan tidak dapat langsung sepenuhnya diarahkan hanya pada kelompok tertentu. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan program yang melibatkan berbagai mitra.
“Oleh karena itu kita tanamkan betul mindset bahwa anak Indonesia semuanya harus mendapatkan makanan yang bergizi. Lalu di dalam pelaksanaannya, karena ini keterlibatan mitra, maka tidak bisa langsung harus kepada kelompok yang ini dulu,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengarahkan agar pelaksanaan program MBG lebih difokuskan pada kelompok masyarakat yang mengalami kekurangan gizi serta berasal dari keluarga kurang mampu, guna memastikan program berjalan tepat sasaran.
Berita Terkait
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun Untuk Titiek Soeharto
-
Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG
-
Gus Miftah Puji Diplomasi Prabowo di Tengah Panas Selat Hormuz: Makanya BBM Tidak Naik!
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat