Selebtek.suara.com - Seorang siswi kelas X SMAN 1 Banguntapan, Bantul, DIY mengaku alami depresi karena dipaksa kenakan hijab di sekolah.
Berdasarkan informasi dari Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia (AMPPY), siswi tersebut dipaksa kenakan hijab saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Koordinator AMMPY, Yuliani menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat siswi tersebut menjalani MPLS pada 18 Juli 2022. Siswi tersebut berangkat sekolah tak mengenakan hijab seperti biasanya.
Setelahnya, Ia mendapat surat panggilan dari Bimbingan Konseling (BK) melalui via WhatsApp.
Ia di interogasi terkait alasannya tak mengenakan hijab.
"Kemudian tanggal 18 Juli menurut WA di saya ini, anak itu dipanggil di BK diinterogasi tiga guru BK. Bunyinya itu, kenapa nggak pakai hijab?," ungkap Yuli di kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) pada Jum'at (29/07/2022).
Bahkan guru BK di SMAN 1 Banguntapan t terus mengorek keterangannya dari korban hingga korban merasa tersudut.
Korban sempat meminta izin untuk ke toilet tapi tidak kunjung kembali. Korban menangis di dalam toilet selama sekitar satu jam hingga pada akhirnya pihak sekolah menemukan korban dalam keadaan sudah lemas di dalam toilet.
"Izin ke toilet kok enggak masuk-masuk kan. Mungkin BK ketakutan terus diketok, anaknya mau bukain pintu dalam keadaan sudah lemas terus dibawa ke UKS," ujar Yuli.
Baca Juga: Gubernur Bali Didesak Keluarkan Surat Resmi Larangan Pembangunan Proyek Terminal LNG
Yuli menyayangkan kebijakan dari pihak SMAN 1 Banguntapan terkait pemaksaan dalam pemakaian jilbab yang mana bertentangan dengan Permendikbud Nomor 45 tahun 2014 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Saat ini, ORI DIY telah memanggil kepala sekolah Banguntapan untuk diminta i keterangan perihal kasus ini.
Sumber : suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF
-
WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo
-
Purbaya soal Rumor Jadi Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo: Saya Mah Isu Abadi
-
Investor Ritel Kini Punya Akses Beli IPO Obligasi Korporasi Secara Digital
-
4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
-
Ekspor Mobil Utuh Toyota Tumbuh 10,7 Persen di Semester I 2026
-
Sule Bongkar Alasan Absen di Pernikahan Nathalie Holscher: Berita di Sana Itu Hoaks
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?