Selebtek.suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dibantu oleh tim khusus independen menjadi salah satu lembaga yang ikut mengungkap kasus penembakan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Komisioner Komnas HAM Mochamad Choirul Anam mengatakan pihaknya akan selalu mendampingi pihak keluarga Brigadir J dan menelusuri kasus ini untuk mengungkap penyebab asli kematian Brigadir J.
Kasus penembakan Brigadir J yang akhirnya membuat Bharada E ditetapkan sebagai tersangka ternyata membuka banyak fakta terbaru.
Melansir Suara.com, berikut daftar fakta kasus Brigadir J yang diungkap Komnas HAM.
Kontak keluarga diretas
Kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan kepada Brigadir J ini ternyata mengungkap fakta yang disampaikan oleh Komnas HAM.
Adanya pemblokiran beberapa kontak keluarga dari ponsel Brigadir J dan adanya upaya peretasan dari ponsel keluarga Brigadir J yang terjadi diungkap oleh Komnas HAM dapat dipastikan merupakan salah satu fakta yang berkaitan dengan kematian Brigadir J.
"Terkait peretasan kami dapatkan informasi yang cukup detail, kapan terjadi, pada siapa, dan bagaimana, termasuk apakah ada yang hilang, atau tidak. Kami mendapat informasi yang cukup untuk itu," kata Choirul Anam.
Rekaman CCTV terungkap
Baca Juga: Rumor Beredar Gaya Hyunsuk TREASURE Ditiru Mino WINNER
Bukti lain yang juga dipegang oleh Komnas HAM adalah rekaman CCTV yang menunjukkan keberadaan Irjen Ferdy Sambo dan sang istri serta Brigadir J yang baru sampai dari Magelang.
Saat itu, Brigadir J masih hidup dan tampak masih berkomunikasi dengan sang atasan. Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik juga meminta para penyidik untuk tidak menutupi apapun yang terjadi di CCTV demi transparansi dalam kasus ini.
Tidak ada penodongan senjata yang dilakukan Brigadir J
Fakta lain yang diungkap Komnas HAM adalah tidak adanya penodongan senjata yang dituduhkan kepada Brigadir J dan menjadi dugaan utama terjadinya baku tembak dengan Bharada E tersebut.
Komnas HAM juga mengungkap bahwa hingga saat ini tidak ada saksi yang melihat Brigadir J melakukan penodongan senjata kepada istri Irjen Sambo, Putri C seperti yang dilaporkan sebelumnya.
Fakta soal PCR yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo
Berita Terkait
-
Yakin Kebenaran Brigadir J Bisa Terungkap, Mahfud MD: Asal Kita Kawal Geng Ranjau Pelaku
-
Jokowi: Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Brigadir J, Jangan Ditutup-tutupi
-
Update Kasus Kematian Brigadir J, Mahfud MD: Bismillah dan Alhamdulillah Tuntas
-
Minta Kasus Brigadir J Jangan Ditutupi, Presiden Jokowi: Citra Polri Harus Dijaga
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas
-
Kekayaan Alam Diekspor, Tagihannya Dipulangkan kepada Rakyat
-
Doa Hari Pertama Masuk Sekolah, Amalkan agar Diberi Kelancaran dan Kemudahan
-
Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan, Pemprov Jateng Belum Tunjuk Plt
-
The Diary of a Young Girl: Catatan Anne Frank yang Menjadi Saksi Kelam Holocaust
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif