/
Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:16 WIB
Salman Rushdie (The Guardian)

Selebtek.suara.com - Nama Salman Rushdie kini tengah menjadi perbincangan usai penulis buku The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan itu ditikam pria tak dikenal.

Saat tampil di sebuah acara di Chatauqua, New York pada Jumat (12/8/2022) waktu setempat, Salman Rushdie tiba-tiba ditikam berkali-kali hingga mengalami luka di leher dan bagian dada.

Kondisi Salman Rushdie kini kritis dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut agensi Rushdie, organ tubuh sang penulis mengalami kerusakan parah dan berpotensi cidera permanen.

Melansir Suara.com yang mengutip dari CNN, pelaku penikaman yang belum diketahui identitasnya itu telah ditangkap dan ditahan aparat kepolisian setempat.

Akibat insiden penikaman itu, panggung acara yang merupakan acara sastra itu pun berubah jadi panggung berdarah. 

Orang-orang yang hadir berlarian ketakutan keluar acara. 

Lantas siapakan sosok Salman Rushdie yang karyanya kerap menuai kontroversi itu?

Profil Salman Rushdie

Baca Juga: 4 Tips Mengatasi Teman yang Bertengkar, Jangan Jadi Kompor!

Salman Rushdie lahir di Mumbai, India, pada 19 Juni 1947, yang berarti usianya saat ini 75 tahun. 

Ia merupakan sastrawan penting di akhir abad ke-20 yang dikenal dengan gaya tulisan campuran unik, yakni antara sejarah dan realisme magis. 

Salman Rushdie lahir dari keluarga Muslim India, dan dia sudah menjadi warga negara AS sejak tahun 2016 dan tinggal di New York.

Awalnya ia sempat tinggal di Inggris kemudian bersembunyi di New York hingga mendapatkan status warga negara AS. 

Sempat jarang muncul ke publik dan menggunakan nama samaran, hingga sejak insiden 11 September 2001, Salman Rushdie berani muncul dengan nama asli lantang bersuara hingga saat ini.

Penulis buku The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan)

Salman Rushdie dikenal sebagai penulis kontroversial yang banyak menuai kecaman khususnya dari kalangan negara Muslim.

Salman Rushdie merilis buku novel di tahun 1988, yakni The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan). Buku ini sangat kontroversial lantaran dinilai menghina Nabi Muhammad oleh mayoritas umat Muslim.

Dari penulisan buku ini, Salman Rushdie seringkali menerima kecaman keras dari banyak umat Muslim. 

Berbagai otoritas muslim, salah satunya Ayatollah Khomeni (pemimpin Iran), pun menyerukan agar Rushdie dibunuh karena tulisannya dinilai menyesatkan.

Karyanya itu banyak dilarang beredar di banyak negara mayoritas Muslim, karena dianggap menghina sosok Nabi Muhammad SAW.

Dalam buku karangannya itu, Salman Rushdie menceritakan tokoh bernama Mahound yang banyak disebut merujuk pada nama Muhammad.

Salman Rushdie 'Halal' untuk dibunuh

Iran resmi melarang buku Ayat-ayat Setan pada 1988. Bahkan setahun setelahnya, pemimpin Iran Ayatollah Khomaeni sampai mengeluarkan fatwa Salman Rushdie 'halal' untuk dibunuh.

Iran juga menawarkan imbalan hingga 3 juta dolar AS bagi siapa saja yang berhasil mencabut nyawa Salman Rushdie.

Penghargaan Salman Rushdie

Sebanyak 13 bukunya pernah memenangkan sejumlah penghargaan. Di antaranya, Booker Prize untuk Midnight's Children pada 1981 dan Booker of Bookers untuk novelnya pada tahun 1993.

Pada tahun 1983, Rushdie terpilih menjadi anggota Royal Society of Literature, organisasi sastra senior Inggris. Ia juga diangkat sebagai Commandeur de l'Ordre des Arts et des Lettres of France pada 1999. 

Lalu, pada Juni 2007, Ratu Elizabeth II memberinya gelar kebangsawanan atas jasanya di bidang sastra. Pada tahun 2008, The Times menempatkannya di urutan ke-13 dalam daftar 50 penulis Inggris terbesar sejak tahun 1945.

Rushdie menetap di Amerika Serikat pada tahun 2000. Disana, ia dipilih sebagai Distinguished Writer in Residence di Arthur L. Carter Journalism Institute of New York University, tepatnya pada tahun 2015. 

Rushdie juga sempat mengajar di Universitas Emory dan terpilih dalam American Academy of Arts and Letters. Pada tahun 2012, ia menerbitkan buku Joseph Anton: A Memoir, kisah hidupnya usai kontroversi buku The Satanic Verses.

Ditikam di Panggung New York

Seorang reporter Associated Press menyaksikan seorang pria menyerbu panggung acara dan menikam Salman Rushdie di bagian leher. Rushdie saat itu langsung terjatuh ke lantai.(*)

Sumber: indonetsia.suara.com

Load More