Selebtek.suara.com - Kita mungkin berpikir bahwa stres hanyalah bagian tak terhindarkan dari pekerjaan dan kehidupan di zaman modern, tetapi stres dapat berbahaya jika tidak dikelola dengan benar.
Meskipun stres adalah hal biasa dan bisa terjadi pada siapa saja, tetap saja tidak boleh diabaikan. Menjadi stres adalah cara tubuh kita memberi tahu kita: bahwa jika kita tidak segera berhenti, maka kita akan kehabisan tenaga. Ini adalah tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan.
Jika Anda stres tentang hal-hal kecil seperti pekerjaan rumah Anda maka sebaiknya jangan terlalu memikirkannya. Ini adalah hal-hal yang, dalam skala yang lebih besar, tidak akan membunuh Anda.
Pertama, penting untuk dipahami bahwa stres adalah respons alami tubuh kita terhadap ancaman.
"Ini sering disebut 'melawan, melarikan diri, atau membekukan'," kata Dr. Sherry Benton, psikolog, pendiri dan Chief Science Officer dari layanan terapi online TAO Connect. "Dalam keadaan normal, kita kembali ke fungsi normal setelah tindakan singkat. Namun, ketika stres terus-menerus dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, segala macam hal buruk bisa terjadi."
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan "hal-hal buruk" ini?
Pertama, adrenalin dan kortisol (hormon stres) dapat meningkatkan detak jantung Anda — tetapi stres jangka panjang bisa sangat berbahaya karena kadar kortisol yang tinggi dan berkelanjutan dapat menyebabkan masalah berikut:
Maag
Insomnia
Baca Juga: Remaja Cirebon Bantah Tudingan Sebagai Sosok Dibalik Akun Bjorka: Saya Gak Bisa Nge-Hack
Penyakit jantung
Sistem kekebalan tubuh melemah
Diabetes
Tekanan darah tinggi
Masalah perut/pencernaan
Infertilitas
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona
-
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang
-
The Dragon Republic: Dari Pejuang Menjadi Bidak dalam Permainan Kekuasaan
-
Pertumbuhan Ekonomi RI di Semester I 2026 Diklaim Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir
-
Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel
-
GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore
-
Layani 162 Ribu Pelanggan Sehari, KAI Rombak Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta