/
Senin, 26 September 2022 | 17:29 WIB
Momen tedak siten Ameena (YouTube/AH) (YouTube/AH)

Selebtek.suara.com - Anak pertama pasangan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar, Ameena Hana Nur Atta atau yang sering disebut Baby Ameena genap berusia 7 bulan. Merayakan usia spesial putrinya, pasangan YouTuber itu melaksanakan ritual upacara Tedak Siten pada Minggu (25/9/2022).

Kemeriahan acara Tedak Siten yang digelar Aurel dan Atta tersebut membuat publik menjadi penasaran tentang upacara tradisional budaya Jawa itu.

Mengutip dari berbagai sumber, Tedak Siten atau sering juga disebut upacara Tedhak Siten adalah tradisi dan adat Surakarta, Jawa Tengah, yang sudah dilaksanakan turun temurun sejak dahulu.

Tedak berati " melangkah" dan Siten berasal dari kata Siti yang artinya "tanah atau bumi". Sehingga Tedak Siten mengandung makna "melangkah di bumi."

Upacara ini yang ditujukan agar anak jadi lebih mandiri dan sukses di masa depan, karena dilakukan saat bayi berusia 7 bulan dan ia sudah mulai belajar duduk dan berjalan di tanah.

Tidak hanya kedua orangtuanya, upacara ini juga dinantikan oleh para kerabat keluarga karena disebut-sebut bisa memprediksi minat dan bakat anak yang baru bisa berjalan. 

Dalam upacara ini, seluruh keluarga dan kerabat hadir untuk mendoakan agar anak tersebut terlindungi dari gangguan makhluk gaib.

Ritual ini juga digelar sebagai penghormatan kepada bumi tempat anak mulai belajar menginjakkan kakinya ke tanah.

Momen Tedak Siten Ameena (sumber: YouTube/AH)

Alat dan Perlengkapan Tedak Siten

Baca Juga: Produksi Karet di Aceh Timur Terendah, Ini Penyebabnya

Sebelum memasuki upacara Tedak Siten, kedua orangtua harus menyiapkan kurungan ayam, uang, buku, mainan, alat musik dan lain-lain.

Selain itu ada pula ada tangga yang terbuat dari tebu, makanan-makanan sebagai sajen, yang terdiri dari bubur merah, putih, makanan yang terbuat dari beras ketan atau jadah 7 warna.

Ada juga bubur boro-boro yakni bubur yang terbuat dari bekatul, serbuk halus atau tepung yang diperoleh setelah padi dipisahkan dari bulirnya, dan jajan pasar.

Susunan Acara Tedak Siten

Setelah semua kebutuhan telah disiapkan, keluarga (orang tua, anak, kerabat) dan undangan berkumpul di tempat upacara. 

Mengutip Orami, langkah-langkah ritual upacara Tedak Siten adalah sebagai berikut:

1. Berjalan di atas jenang 7 warna

Anak dipandu untuk berjalan di atas jenang 7 warna yang berbeda (merah, putih, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu) yang terbuat dari beras ketan.

Ritual ini melambangkan bahwa di masa depan, anak harus bisa mengatasi semua hambatan dalam hidup.

2. Menginjak tangga dari tebu

Anak selanjutnya dibimbing untuk menginjak tangga yang terbuat dari tebu "Arjuna" dan kemudian turun. Tebu merupakan singkatan dari Antebing Kalbu.

Diharapkan ke depannya, anak itu berperilaku seperti Arjuna, yang merupakan seorang pejuang sejati.

Diharapkan anak bisa berjalan dalam kehidupan dengan tekad dan penuh percaya diri seperti Arjuna yang heroik.

Momen Tedak Siten baby Ameena (sumber: Instagram/ aurelie.hermansyah)

3. Diletakkan di tumpukan pasir dan melakukan "ceker-ceker"

Usai menginjak tangga dari tebu, selanjutnya anak dipandu dua langkah dan diletakkan di atas tumpukan pasir.

Anak harus melakukan "Ceker-Ceker", yaitu ia bermain pasir dengan kedua kaki. Ritual ini memiliki makna bahwa ceker-ceker tersebut artinya bekerja dan mendapatkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.

4. Masuk ke kandang ayam

Selanjutnya, sang anak dipandu untuk memasuki kandang ayam yang telah didekorasi. Di dalamnya ada beberapa barang, seperti buku tulis, perhiasan, aksesoris emas, kalung, gelang, beras, kapas dan barang-barang bermanfaat lainnya.

Di tahap ini, anak akan memilih barang yang disediakan di kandang ayam tersebut. Semua simbol profesi ada di kurungan menjadi semacam penuntun bagi bayi dalam memilih pekerjaan nanti.

Sementara kandang ayam tersebut memiliki makna bahwa ketika anak telah memasuki kehidupan, dia harus dijaga oleh hal-hal baik.

5. Menyebarkan Udik-udik

Sementara itu, ayah dan kakek anak tersebut menyebarkan "udik-udik", yang merupakan koin-koin dan bunga.

Diharapkan, bahwa anak harus memiliki cara mudah untuk mencari nafkah dan harus bermurah hati dengan membantu orang lain.

6. Dimandikan dengan bunga rritaman

Selanjutnya, anak harus dimandikan atau dibersihkan dengan bunga Sritaman. Air mandi ini terdiri dari bunga mawar, melati, magnolia dan kenanga.

7. Dipakaikan baju baru

Usai menjalani semua ritual, anak itu dipakaikan pakaian rapi yang indah dan baru. Ini menggambarkan bahwa ia harus selalu memiliki kehidupan yang baik dan makmur, dan dapat membuat orang tuanya hidup bahagia.(*)

Load More