Selebtek.suara.com - Bharada Richard Eliezer atau biasa disebut Bharada E, belum lama ini disebut-sebut sebagai sosok idola oleh sejumlah warganet, lantaran dirinya dinilai sebagai cerminan para rakyat Indonesia saat ini.
Melansir dari akun @rumpi_gosip, memperlihatkan sebuah video seorang wanita yang mengatakan bahwa Barada E adalah sosok idola.
Dalam video tersebut, wanita tersebut menjelaskan alasan kenapa Barada E menjadi sosok idola masyarakat saat ini.
"Bharada E ini seperti menggambarkan diri kita. Siapa sih dari kita yang tidak pernah difitnah, dipojokkan, dan berada di situasi yang sulit dalam mengikuti perintah atasan, sehingga kita merasa sama tertindasnya seperti Bharada E" kata wanita tersebut pada unggahan tersebut.
Dipojokkan Saat Sidang
Dalam sidang kedua yang digelar pada Selasa, 25 Oktober 2022 lalu, Bharada E tampak dipojokkan oleh seorang pakar hukum pidana.
Prof Hibnu Nugroho, seorang pakar hukum pidana mengatakan bahwa pernyataan Bharada E dalam sidang soal dirinya yang hanya menuruti perintah Ferdy Sambo memberikan keuntungan dan kerugian bagi rekan Brigadir J tersebut.
Bharada E juga dinyatakan tak bisa begitu saja lolos dari hukuman berat oleh Hibnu Nugroho, lantaran dirinya terbukti menembak Brigadir J secara bertubi-tubi hingga menghabisi nyawa rekannya itu.
"Faktor yang meringankan antara lain ada motif keterpaksaan untuk melakukan suatu penembakan. Tapi keterpaksaan ini, kalau kita lihat, kenapa penembakannya tidak hanya sekali tetapi lebih dari satu kali? Ini yang mungkin agak sedikit memberatkan nantinya terhadap Bharada E," ujar Hibnu, dikutip dari Suara.com lewat tayangan Kabar Petang di kanal YouTube tvOneNews, Rabu (26/10/2022).
Baca Juga: Halloween Merayakan Apa? Begini Sejarah dan Tradisinya
Padahal, Bharada E dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa dirinya tak berkutik atas rencana pembunuhan Brigadir J karena dipaksa oleh Ferdy Sambo. Apalagi Bharada E juga mendapatkan status justice collaborator dari LPSK.
Berada di Situasi Sulit Dalam Mengikuti Perintah Atasan
Dalam kasus pembunuhan Brigadir J, Bharada E mengaku bahwa dirinya berada di posisi sulit antara mengikuti perintah atasannya Ferdy Sambo, atau melindungi rekannya tersebut yakni Brigadir J.
Kuasa hukum Bharada E, yakni Deolipa Yumara juga menyebutkan bahwa ada ancaman saat Ferdy Sambo memerintah menembak.
“(Bharada E) ‘Tapi saya juga takut, tapi karena ketakutan juga, kalau saya enggak menembak, saya ditembak,’ sama yang nyuruh nembak,” ungkap Deolipa, pada Selasa (9/8/2022).
Siap Melawan Ferdy Sambo
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
7 Manfaat Menghirup Udara Pagi Hari untuk Kesehatan Tubuh dan Mental
-
Valentine Tak Melulu Cokelat, Berbagi Cinta Kini Bisa Lewat Camilan yang Dinikmati Bersama
-
7 Cara Mengganti Utang Puasa yang Telah Lewat 2 Kali Ramadhan: Panduan Lengkap
-
Inter ke Semifinal! Gol Bonny dan Diouf Bawa Nerazzurri Singkirkan Torino di Coppa Italia
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Soroti Aktivitas Pedagang Sate di Malioboro, DPRD Kota Jogja Sebut Penindakan Masih Tak Optimal
-
Manchester City Tantang Arsenal di Final Carabao Cup usai Hajar Newcastle 3-1
-
Tayang Maret, Drama Korea Mad Concrete Dreams Rilis Cuplikan Pembacaan Naskah
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau