Selebtek.suara.com - Google Doodle hari ini menampilkan tokoh bernama Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad. Dia adalah sastrawan besar melayu yang terkenal dengan karangannya, Gurindam dua belas pada tahun 1847.
Raja Haji Ali bernama lengkap Raja Ali al-Hajj ibni Raja Ahmad al-Hajj ibni Raja Haji Fisabilillah bin Opu Daeng Celak alias Engku Haji Ali ibni Engku Haji Ahmad Riau. Ia lahir sebagai pangeran Bugis-Melayu pada tahun 1808 di pusat Kesultanan Riau-Lingga di Pulau Penyengat.
Melansir Google, Raja Haji Ali adalah seorang sejarawan, cendekiawan, dan penulis terkenal yang memimpin kebangkitan sastra dan budaya Melayu pada abad ke-19 sekaligus peletak sejarah bahasa Indonesia.
Ia merupakan tokoh besar dan berpengaruh di Indonesia. Raja Haji Ali secara anumerta dihormati sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 5 November 2004 atas kontribusinya pada bahasa, sastra, budaya Melayu, dan sejarah Indonesia.
Saat masih muda, keluarganya pindah ke Pulau Penyengat. Dia belajar dengan ulama terkenal Kesultanan Riau-Lingga dan diakui sebagai siswa yang berbakat.
Ia dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa. Buku inilah yang kemudian menjadi standar bahasa melayu.
Sebagai seorang remaja, Raja Haji Ali menemani ayahnya dalam misi ke Jakarta, serta ziarah ke Mekah. Keduanya merupakan bangsawan Riau pertama yang mencapai prestasi ini.
Ketika berusia 32 tahun, Raja Haji Ali menjadi bupati bersama Sultan muda, dan akhirnya dipromosikan menjadi penasehat agama. Ia mulai menulis tentang bahasa, budaya, dan sastra orang Melayu.
Karya-karyanya meliputi kamus Melayu, teks pendidikan tentang tugas raja, silsilah Melayu dan Bugis, antologi puisi dan masih banyak lagi.
Karyanya yang paling terkenal adalah Tuhfat Al-Nafis, atau Hadiah Berharga, yang dianggap sebagai sumber tidak ternilai tentang sejarah Semenanjung Melayu.
Karya tersebut sekarang diukir di batu nisannya untuk dibaca oleh orang-orang saat berkunjung ke makamnya.(*)
Sumber: Berbagai Sumber
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah