/
Senin, 21 November 2022 | 17:16 WIB
Gempa di Kabupaten Cianjur berkekuatan M5.6 (Humas BNPB)

Selebtek.suara.com - Gempa bumi yang berlangsung Senin (21/11/2022) siang hari dengan pusat gempa di 10 KM barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat dengan kekuatan M5.6 menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Berdasarkan rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 17 orang yang meninggal dunia dan 19 orang mengalami luka berat. Saat ini pihak BNPB telah menempatkan satu unit helikopter untuk mempermudah penanganan darurat bencana, evakusi dan pendistribusian logistik ke lokasi-lokasi terisolir.

Pendataan yang disusun oleh Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB, ada 343 unit rumah rusak berat, satu unit pondok pesantren rusak berat, RSUD Cianjur alami rusak sedang. 

Kemudian empat unit Gedung pemerintah, tiga unit fasilitas pendidikan, satu unit sarana ibadah, satu unit toko dan satu unit cafe juga alami kerusakan, serta ada jalanan yang terputus. 

Rencananya Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto akan segera meninjau lokasi terdampak untuk melakukan upaya percepatan penanganan gempa. 

“Besok pagi saya akan ke lokasi, untuk melaksanakan pendampingan terhadap langkah-langkah penanganan gempa di Cianjur, selain itu untuk memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak” lanjutnya. 

“Rumah yang alami kerusakan akan dibangun kembali oleh pemerintah,” imbuhnya. 

Suharyanto mengatakan tak ada seorangpun yang bisa memprediksi terjadinya bencana. Sehingga saat itu terjadi hal yang paling penting adalah respon dari pihak pemerintah setempat dan masyarakat.

“Gempa sudah terjadi, tidak ada satu kekuatan yang bisa menghindari kapan terajdinya bencana, yang pasti setelah terjadi bencana bagaimana upaya-upaya kita secara sinergi, soliditas dan sungguh-sungguh agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Suharyanto. (*)

Baca Juga: 6 Anggota Polisi Diperiksa Propam, Buntut Kaburnya Tahanan Polres Toba

Load More