Selebtek.suara.com – Indonesia kental dengan tradisi turun temurun yang telah diwariskan oleh para nenek moyang terdahulu. Namun ada beberapa tradisi yang saat ini diminta untuk diberhentikan oleh sebagian masyarakat
Adalah perburuan paus di Lamalera.
Seperti yang kita ketahui, populasi paus saat ini kian berkurang. Bahkan menurut beberapa sumber bahwa semua jenis paus kini sudah masuk ke dalam satwa langka yang harus dilindungi dan tidak diizinkan untuk diburu.
Namun tradisi perburuan hewan langka ini masih terus terjadi di Lamalera, Nusa Tenggara Timur. Paus yang sering dijadikan objek perburuan yaitu Paus Sperma atau dikenal juga dengan koteklema.
Bukan tanpa alasan, masyarakat Lamalera melakukan perburuan satwa ini karena menjalankan tradisi turun temurun yang telah dilakukan sejak ratusan tahun silam.
Dikabarkan setiap tahunnya, masyarakat Lamalera bisa menangkap 20 ekor paus.
Paus hasil perburuan ini ditangkap lalu dibagikan kepada warga sebagai persedian pangan. Pembagian hasil buruan ini memang dilakukan agar masyarakat Lamalera yang berada di salah satu provinsi dengan penduduk miskin tertinggi di Indonesia dapat tetap bertahan hidup.
Selain paus sperma, masyarakat Lamalera juga melakukan perburuan terhadap beberapa jenis hewan laut lainnya seperti lumba-lumba spinner, lumba-lumba hidung botol, paus pembunuh dan beberapa spesies blackfish.
Sebagai tambahan, paus sperma kini sudah masuk daftar satwa berstatus rentan menurut Daftar Merah IUCN 2018. Artinya, populasi paus sperma di alam kian menurun.
Baca Juga: Jelang Liburan, Inilah Syarat Naik Pesawat Libur Nataru yang Wajib Dipahami
Dengan terus dilakukannya tradisi perburuan paus ini, para aktivis dan pecinta hewan meminta pemerintah untuk mencarikan solusi.
Diperkirakan, dengan mengangkat tradisi ini dari sektor pariwisata atau membuka lapangan pekerjaan bisa mengatasi perburuan dari hewan-hewan langka ini.(*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi
-
Belanda Angkat Koper, Virgil van Dijk Jadi Kambing Hitam Disebut Pemain Lemah
-
Der Panzer Tersingkir! Julian Nagelsmann Dituding Perusak Mental Pemain Jerman
-
Dihentikan Brasil di Babak 32 Besar, Timnas Jepang Tetap Full Senyum Bawa Uang Rp69 M