Selebtek.suara.com – Lato-lato merupakan mainan tradisional yang masih sering dimainkan saat ini. Meski peminatnya sudah mulai berkurang, namun beberapa orang masih saja ada yang memainkan mainan ini.
Bahkan saking viralnya, kitab isa mendengar seseorang yang bermain lato-lato di berbagai tempat. Mulai dari pasar, kereta hingga rumah sakit sekalipun.
Peminat lato-lato bukan hanya datang dari kalangan anak-anak, namun juga dari kalangan remaja hingga dewasa. Tak terkecuali pula seorang bule.
Dalam postingan akun tiktok @bulengomong, seorang pria bule sedang membeli lato-lato di daerah Bali. Awalnya, pedagang menawarkan harga 250 ribu untuk satu lato-lato. Harga itu sontak membuat netizen kaget. Banyak yang mengatakan bahwa harga yang ditawarkan pedagang itu sangat tidak masuk akal. Biasanya, lato-lato hanya dibandrol dengan harga kurang dari lima ribu rupiah.
Seolah sudah mengetahui harga pasaran lato-lato, bule itu lalu mengatakan bahwa harga itu sangat mahal. Mendengar itu, pedagang mengatakan akan memberikan diskon dan menurunkan harga menjadi 150 ribu rupiah.
Merasa harga yang ditawarkan masih tidak sesuai, bule itu lalu mengatakan ‘mahal’ dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Pedagang kembali menurunkan harga menjadi 100.000 rupiah.
Tampaknya, si bule memang sengaja mengetes pedagang Indonesia jika pembeli mereka merupakan warga asing. Setelah beberapa kali melakukan negosiasi, penjual lato-lato akhirnya mengatakan harga akhir lato-lato itu senilai 5.000 rupiah.
Bule itu tampak kaget mendengar harga akhir yang ditawarkan.
Di akhir video, bule yang tak diketahui namanya ini mengatakan bisa hemat 245.000 rupiah jika bisa menawar.
Baca Juga: Bintang Emon Sindir Kasus Mario Dandy Aniaya David: Sudah Ambil Uang, Masa Nyawa Juga
Diperkirakan, pedagang local memang sengaja menetapkan tarif tinggi kepada warga asing yang berkunjung demi mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini juga sudah beberapa kali diceritakan oleh orang-orang asing yang berlibur di Indonesia.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gunakan Teknik Stripping, Pemuda Sukabumi Sukses Cetak 3.000 Anakan 'Ikan Dewa' yang Langka
-
Jembatan Ampera hingga Masjid Agung Palembang Resmi Jadi Cagar Budaya Nasional
-
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
-
Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat